Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Timur 1. Proyek ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk memperkuat infrastruktur pendidikan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyatakan penyediaan fasilitas pendidikan yang layak merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Pihaknya memastikan pengerjaan fisik di lapangan akan dipacu guna mengejar target pemanfaatan bangunan dalam waktu dekat.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Secara terperinci, pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1 ini tersebar di lima lokasi, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Tuban, Sampang, serta Jombang. Proyek ini didanai oleh APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan total nilai investasi mencapai Rp1,165 triliun.
Pemerintah menunjuk konsorsium Waskita–CAG KSO sebagai penyedia jasa pelaksana konstruksi. Kontrak pengerjaan sendiri telah ditandatangani sejak 28 November 2025, dengan fokus pada pembangunan kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan fasilitas belajar dan hunian.
“Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, masjid dan gedung ibadah, lapangan olahraga, lapangan upacara, kantin, ruang terbuka hijau, serta sistem pengolahan air limbah (IPAL),” tambahnya.
Baca Juga
- Mensos Targetkan Penambahan 100 Sekolah Rakyat Tiap Tahun
- Mensos Gus Ipul Beberkan Progres Sekolah Rakyat, Siap Tampung 30.000 Siswa
- Gus Ipul Bantah Sekolah Rakyat Hanya Program Lima Tahunan
Adapun pengerjaan fisik proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Juni 2026. Target tersebut ditetapkan agar seluruh fasilitas dapat langsung digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru periode 2026–2027.
Sementara itu, secara nasional program pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II mencakup 104 lokasi di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota.
Program ini diproyeksikan mampu menampung 112.320 siswa di seluruh Indonesia melalui penyediaan 3.744 rombongan belajar (rombel) yang mencakup jenjang dasar hingga menengah atas.





