Menaker: Lulusan BLK Harus Terserap Kerja

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Lahat

Pemerintah dorong integrasi pelatihan vokasi dengan jejaring industri untuk tekan angka pengangguran.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) harus mereformasi orientasi programnya. 

Ia menekankan bahwa keberhasilan pelatihan tidak lagi diukur hanya dari kepemilikan sertifikat, melainkan dari sejauh mana lulusan dapat terserap ke dalam ekosistem dunia kerja.

Dalam pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Lahat, Sumatera Selatan, Yassierli menyatakan bahwa tantangan ketenagakerjaan saat ini menuntut solusi konkret berupa peluang kerja nyata bagi masyarakat.

"Kebutuhan publik hari ini sederhana yaitu pelatihan harus berujung peluang kerja nyata. BLK perlu mengambil peran lebih luas, bukan hanya 'mengajar', tetapi juga menyiapkan jalan masuk ke dunia kerja," ujar Yassierli dikutip Selasa 10 Februari 2026.

Transformasi Empat Pilar BLK

Menaker memaparkan visi strategis untuk menjadikan BLK sebagai institusi yang multifungsi. Menurutnya, lembaga pelatihan di bawah naungan kementerian maupun pemerintah daerah harus mampu bertransformasi menjadi empat pilar utama:

  1. Pusat pelatihan vokasi.
  2. Pusat inovasi.
  3. Pusat kewirausahaan.
  4. Pusat pengembangan produktivitas.

Ia meyakini bahwa dengan memosisikan BLK pada empat fungsi tersebut, pemerintah berada di jalur yang tepat dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif.

Target Penempatan dan Kolaborasi Industri

Sebagai tolok ukur, Yassierli mengungkapkan bahwa BLK milik Kemnaker saat ini telah mencapai tingkat penempatan lulusan hingga 70 persen. Angka ini diraih melalui penguatan korelasi antara kurikulum pelatihan dan kebutuhan aktual pasar tenaga kerja.

Ia mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) untuk mengadopsi model serupa. 

Peran petugas pengantar kerja di daerah dianggap krusial untuk mendampingi alumni pelatihan agar tidak kesulitan mencari akses lapangan kerja secara mandiri.

"Kita fasilitasi sampai kita hantarkan ke tempat kerja. Makanya di Dinas ada fungsi pengantar kerja, mereka yang harus mengawal. Balai juga harus punya kolaborasi jejaring dengan industri," tegasnya.

Pengembangan SDM Berkelanjutan

Terkait pelaksanaan di Lahat, program pelatihan kali ini didukung oleh dana hibah APBN sebanyak tujuh paket. Yassierli berharap stimulus ini menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas SDM lokal secara berkelanjutan melalui gelombang pelatihan berikutnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Setelah Ratusan Tahun Berdiri, Desa di Pedalaman Timor Akhirnya Menikmati Air Bersih
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Jamin Masa Depan Anak, Denada Siapkan Warisan untuk Ressa Rossano dan Aisha Aurum
• 9 jam lalugenpi.co
thumb
KPK Beri Pendidikan Calon Hakim: Biar Mereka Tidak Korupsi
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Profira Clinic Luncurkan Proligio X: Terobosan Teknologi RF Dual Mode untuk Kulit Lebih Kencang dan Tahan Lama
• 27 menit laluerabaru.net
thumb
Adem Banget, Maia Estianty Beri Uang Saweran ke Anak Mulan Jameela, Aksinya Banjir Pujian Netizen
• 13 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.