Istana Soroti Jalan Berlubang: Kecil, tetapi Berisiko Fatal

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyoroti kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kerusakan jalan di sejumlah daerah.

Prasetyo mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan koordinasi untuk terkait kelayakan jalan, khususnya menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.

"Tadi Menteri Perhubungan sudah menyampaikan kita terus-menerus berkoordinasi untuk memastikan kelayakan jalan-jalan yang sekarang dengan musim hujan ini banyak juga yang terjadi lubang bahkan di beberapa tempat sempat jatuh korban kami pemerintah tentu sangat prihatin," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Penjelasan Jasa Marga Banyak Jalan Berlubang dan Wilayah Paling Rawan

Menurut Prasetyo, Istana terus memberikan atensi terkait jalan berlubang karena hal tersebut dapat berakibat fatal.

"Saya terus hampir setiap hari mengingatkan untuk kita pada seluruh jajaran memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini tapi berisiko fatal," ujar Prasetyo.

Selain itu, ia menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto soal kemampuan fiskal Indonesia.

Menurut dia, dana dari efisiensi anggaran bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Baca juga: Pelajar Tewas akibat Jalan Berlubang, Pemprov DKI Tanggung Biaya Pemakaman

"Kalau bicara dari sisi kemampuan fiskal itulah yang selalu ditekan oleh Bapak Presiden untuk orientasi fiskal kita untuk membantu kepentingan masyarakat maka kemudian kepada kita semua KL bahkan sampai hari ini tidak henti-hentinya menekankan supaya kita melakukan efisiensi," kata Prasetyo.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia pun menekankan bahwa efisiensi yng dimaksud adalah pengurangan kegiatan yang tidak berdampak ke masyarakat.

"Dalam tanda kutip ya pemaknaannya jangan disalahartikan lagi adalah mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang berdampak untuk bisa direalokasi kepada kegiatan-kegiatan yang jauh lebih berdampak dan khususnya membantu meringankan beban masyarakat," ujar Prasetyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Camilan Manis Bisa jadi Cara Sederhana Merayakan Cinta saat Valentine, Ini Alasannya Moms!
• 23 jam laluherstory.co.id
thumb
4 Fakta Bocah WNI Tewas Usai Ditabrak Mobil di Singapura
• 13 jam laludetik.com
thumb
Ketua Umum IDAI: Peran Media Krusial Tingkatkan Kewaspadaan Publik
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
39 Ribu Warga Sumbawa Kehilangan Status PBI
• 49 menit lalutvrinews.com
thumb
Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.