Bos Indointernet (EDGE) Ungkap 2 Alasan Delisting dari BEI

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —PT Indointernet Tbk. (EDGE) buka suara terkait dengan alasan perseroan untuk angkat kaki atau delisting sukarela dari Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Andrew Joseph Rigoli, Direktur Utama Indointernet, mengatakan bahwa perseroan telah menyampaikan permohonan pembatalan pencatatan atau delisting melalui surat No. 007/Indonet/Dir-Srt/I1/2026 kepada BEI dan Otoritas Jasa Keuangan. Dalam surat itu, EDGE juga mengajukan permohonan suspensi efek perseroan di lantai bursa. 

Atas permohonan tersebut, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Adi Pratomo Aryanto dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. mengumumkan penghentian sementara perdagangan efek atau suspensi terhadap saham PT Indointernet Tbk. (EDGE) mulai 10 Februari 2026. Saat ini, saham EDGE tercatat di Papan Pengembangan BEI.

“Perseroan mengajukan permohonan delisting dan suspensi saham karena bermaksud untuk melakukan perubahan status dari perusahaan terbuka yang tercatat menjadi perusahaan tertutup (go private) dan delisting dari BEI,” paparnya dalam keterbukaan informasi, Selasa (10/2/2026). 

Andrew menjelaskan bahwa EDGE merupakan bagian dari grup Digital Edge yang bergerak di bidang infrastruktur digital, termasuk pusat data (data center) dan serat optik (fiber optic). Meskipun sektor ini terus bertumbuh, lanjutnya, tingkat persaingan menjadi semakin ketat. 

Baca Juga : Indointernet (EDGE) Bakal Delisting Sukarela dari BEI, Sahamnya Disuspensi

Manajemen Indointernet menjabarkan dua alasan yang mendorong emiten data center itu angkat kaki dari BEI.

Pertama, Indointernet ingin menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Andrew memaparkan bahwa kegiatan usaha grup memerlukan integrasi yang mulus antarperusahaan menyederhanakan untuk proses pengambilan keputusan, melaksanakan rencana investasi jangka panjang, serta memfasilitasi penyelarasan strategis. 

Dia mengatakan hal itu mungkin tidak dapat dilakukan secara optimal dalam kerangka regulasi dan kepatuhan sebagai perusahaan terbuka.

Kedua, Indointernet menilai saham perusahaan tidak diperdagangkan secara aktif di Bursa. Akibatnya, likuiditas saham EDGE menjadi terbatas dan status sebagai perusahaan tercatat menjadi kurang efektif. 

“Proses go private dan voluntary delisting juga memberikan kesempatan keluar yang adil dan teratur bagi pemegang saham publik,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, Indointernet melantai di BEI pada 8 Februari 2021. Perusahaan bergerak di bidang internet service provider, telekomunikasi dengan kabel, holding, hosting, konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya. 

Dalam penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), Indointernet akan menawarkan 80,81 juta lembar saham. Total dana yang diraih mencapai Rp595,97 miliar. Hingga akhir Januari 2026, saham EDGE dikuasai oleh Digital Edge (Hong Kong) sebesar 89,1%. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejagung Umumkan 11 Tersangka Baru Kasus CPO
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persiapan Mudik Lebaran, IIMS 2026 Hadirkan Travoy Asisten Digital untuk Temani Pemudik
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Krisis Medis Gaza Memburuk, Stok Obat Menipis
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kuasai Laga, Kehilangan Poin: Malam Berat Persija di GBK
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
10 Provinsi dengan Mesin Ekonomi Paling Raksasa di RI
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.