Indonesia Incorporated dan Visi Lompatan Ekonomi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

(Artikel opini ini dituis oleh Aditya Laksmana Yudha, Jurnalis Ekonomi Senior)

VIVA – Audiensi Presiden Prabowo Subianto dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di kediaman Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor pada 9 Februari 2026, bukanlah sekadar pertemuan rutin antara kepala negara dan pelaku usaha. Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu mencerminkan pesan politik dan ekonomi yang lebih dalam, yaitu ajakan serius untuk membangun Indonesia Incorporated. Ini merupakan paradigma yang mendorong kolaborasi nasional antara negara, dunia usaha, dan masyarakat demi mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :
Genjot Perindustrian RI, Istana Bilang Prabowo Banyak Dapat Masukan dari Pengusaha
Ekonomi RI Diramal Melesat Tahun Ini

Dalam pertemuan itu, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital yang juga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo. 

Pengusaha Mitra Penting
Suasana pertemuan yang cair dan dialogis, memperlihatkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang ingin mendengar langsung masukan dari para pengusaha. Di sinilah letak makna strategis audiensi tersebut. Dunia usaha tidak ditempatkan semata sebagai objek kebijakan, melainkan sebagai mitra aktif pembangunan. Negara tidak berjalan sendiri, dan pasar tidak dibiarkan bergerak tanpa arah.

Konsep Indonesia Incorporated yang ditekankan Presiden Prabowo menegaskan perlunya penyatuan visi seluruh kekuatan nasional. Pemerintah, swasta, BUMN, UMKM, hingga sektor keuangan dan pendidikan harus bergerak dalam satu orkestrasi besar. 

Seperti sebuah korporasi nasional, Indonesia membutuhkan tujuan bersama, pembagian peran yang jelas, serta kepemimpinan yang tegas namun adaptif. Tanpa itu, ambisi pertumbuhan ekonomi tinggi akan sulit dicapai.

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 bukanlah angka retoris. Dengan capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen pada 2025, lompatan menuju 8 persen menuntut perubahan cara kerja. Business as usual tidak lagi cukup. Dibutuhkan akselerasi investasi, peningkatan produktivitas, industrialisasi bernilai tambah, dan yang terpenting, penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Dalam konteks inilah peran pengusaha menjadi krusial. Presiden Prabowo secara eksplisit mengajak APINDO dan seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan pekerjaan di sektor riil. Industri tekstil, garmen, alas kaki, dan mebel kembali ditegaskan sebagai sektor strategis yang harus dikembangkan dan dibesarkan. 

Baca Juga :
Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen Tahun Ini, Standard Chartered Identifikasi 3 Instrumen Investasi Potensial
MBG Dinilai Perlu Ada di Tengah Tantangan Ekonomi Global Saat Ini, Simak Penjelasannya
Menlu: KTT D-8 Digelar di Jakarta, Harap Hasilkan Kerja Sama Konkret
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Ciamis hingga Surabaya, KLH Catat Celah Pengelolaan Sampah Kandidat Adipura
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Prabowo Rapim dengan TNI-Polri, Bahas Persiapan Ramadhan dan Lebaran
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Gugatan KUHP-KUHAP terus Mengalir ke MK, Pasal Penghinaan Presiden hingga Kewenangan Penyidik Dipersoalkan
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Rancangan Undang-Undang Siber Terbaru Tiongkok Akan Memperluas Kewenangan Polisi dan Penyensoran
• 10 jam laluerabaru.net
thumb
Muzani Optimistis Prabowo 2 Periode: Survei Cukup Tinggi, Jadi Modal Kami
• 2 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.