GenPI.co - Motivator dan influencer Merry Riana mengejutkan publik terjun ke dunia politik bergabung dengan Partai Demokrat.
Kabar mengejutkan dari motivator sekaligus pengusaha ini diunggah di akun Instagram pribadinya @merryriana.
Merry Riana mengumumkan dirinya bersama 48 rekan dari komunitas Tionghoa memulai babak baru turun ke politik.
Dia menjelaskan ini bukan langkah instan, melainkan hasil perenungan panjang.
“Hari ini saya melangkah ke sebuah keluarga baru, rumah baru, kapal baru untuk berlayar, yaitu Partai Demokrat,” tulis Merry dalam pernyataannya di Instagram dikutip Selasa (10/2).
Selama ini, Merry Riana dikenal luas sebagai figur inspiratif di bidang bisnis, pendidikan, dan pengembangan diri.
Namun, dia mengaku hidup mengajarkannya perubahan besar tidak cukup hanya dengan niat baik.
“Ada perubahan yang membutuhkan lebih dari sekadar niat baik—ia membutuhkan sistem, kebijakan, dan keberanian untuk mengambil keputusan yang berdampak luas,” ungkap dia.
Merry juga mengungkapkan dirinya telah mengenal Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sejak 14 tahun lalu, tepatnya sejak 2012.
Dalam setahun terakhir, dia mengaku semakin yakin dengan karakter kepemimpinan AHY.
“Pemimpin yang baik bukan yang merasa paling hebat, tetapi yang terus mau belajar, rendah hati, dan berintegritas,” tutur dia.
Merry menegaskan proses masuknya ke Partai Demokrat disebut berlangsung tanpa tekanan.
“Demokrat memberi ruang. Demokrat memberi waktu. Demokrat menghormati proses. Tidak ada paksaan. Tidak ada tekanan. Apalagi transaksional,” tegas dia.
Menurut Merry, keputusan besar seperti masuk politik tidak boleh lahir dari dorongan sesaat, melainkan dari keyakinan.
Tak hanya itu, Merry mengaku datang membawa identitas sebagai triple minority, yakni perempuan, non-Muslim, dan keturunan Tionghoa.
“Di sini saya sungguh merasakan bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan. Demokrat bukan hanya bicara tentang inklusif, melainkan mempraktikkannya,” ujar dia.
Di samping itu, Merry menambahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat yang dia terima bukan sekadar simbol formal.
“Ini adalah komitmen. Komitmen tiada akhir. Komitmen untuk berniat baik, mengikuti pemimpin yang baik, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik demi Indonesia yang lebih baik,” jelas dia.(*)
Kalian wajib tonton video yang satu ini:





