jpnn.com, JAKARTA - Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) menandai 15 tahun kiprahnya di Indonesia dengan menghadirkan Rumah Singgah Kemanggisan, Jakarta Barat.
Berkapasitas 66 kamar, fasilitas ini menjadi rumah singgah terbesar yang dikelola RMHC, sekaligus rumah singgah keempat setelah Lebak Bulus, Kiara-RSCM, dan Denpasar.
BACA JUGA: Museum of Toys dan RMHC Galang Dana Pembangunan Rumah Singgah Anak Berpenyakit Kronis
Rumah Singgah Kemanggisan dirancang untuk mendukung keluarga pasien anak dengan penyakit kronis, khususnya Penyakit Jantung Bawaan (PJB).
Para pasien tengah menjalani rujukan pengobatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.
Lokasinya yang dekat dengan rumah sakit mitra memudahkan akses layanan medis bagi keluarga dari berbagai daerah.
“Seluruh rumah singgah kami rancang sebagai rumah kedua bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi anak menjalani pengobatan jangka panjang."
"Keluarga adalah bagian penting dari proses penyembuhan pasien anak,” ujar Ketua Yayasan RMHC, Caroline Djajadiningrat.
Kehadiran rumah singgah terwujud berkat dukungan lebih dari 300 mitra, donatur, komunitas, dan relawan dari seluruh Indonesia.
Beragam inisiatif penggalangan dana, seperti Lari untuk RMHC hingga Cinta dalam Sepotong Bata, menjadi wujud nyata semangat gotong royong tersebut.
Sejak 2024, RMHC juga menjalin kolaborasi strategis dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
Kerja sama itu tidak hanya menghadirkan fasilitas hunian, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan, sistem rujukan, serta pendampingan keluarga selama masa pengobatan.
Bangunan empat lantai itu dilengkapi kamar privat untuk setiap keluarga, dapur bersama, ruang bermain anak, ruang belajar, area ibadah, hingga layanan dukungan psikososial.
Seluruh layanan diberikan secara gratis agar keluarga dapat fokus mendampingi anak.
Hingga kini, empat rumah singgah RMHC telah menyediakan lebih dari 62.000 malam menginap bagi lebih dari 2.600 keluarga pasien anak di Indonesia, memastikan anak dapat menjalani pengobatan tanpa harus berpisah dari keluarga. (rdo/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F05%2Fb815f47048d48af3437e469b28e8bd6b-20260105TOK4.jpg)



