Kredit Nyaris Stagnan, Laba Bank Mega Milik CT 2025 Naik 28%

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mega Tbk. (MEGA) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,36 triliun sepanjang 2025. Realisasi itu naik 28% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp2,63 triliun.

Laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) perseroan juga naik 28% YoY dari Rp3,26 triliun menjadi Rp4,16 triliun. 

Corporate Secretary Bank Mega Christiana M. Damanik menyampaikan raihan laba tersebut ditopang oleh peningkatan Fee Based Income sebesar 54% menjadi Rp2,79 triliun dari posisi yang sama periode sebelumnya sebesar Rp1,82 triliun, dan langkah efisiensi yang dijalankan secara disiplin.

“Pencapaian ini merupakan suatu hal yang disyukuri oleh Bank Mega, karena mampu diraih di situasi kondisi perekonomian relatif cukup menantang,” kata Christiana dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Total aset bank milik konglomerat Chairul Tanjung itu juga mengalami peningkatan. Tercatat total aset perseroan meningkat 4% YoY menjadi Rp140,83 triliun. Tahun lalu, total aset Bank Mega sebesar Rp134,92 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Mega tumbuh 4% YoY menjadi Rp67,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp64,65 triliun. Komposisi terbesar total kredit Bank Mega berasal dari sektor korporasi sebesar Rp46,30 triliun atau memiliki share sebesar 69%.

Baca Juga

  • Bank Mega Syariah Milik CT Raup Laba Bersih Rp140,24 Miliar per Kuartal III/2025
  • Laba Bank Mega milik CT Naik 10,8% jadi Rp1,36 Triliun pada Semester I/2025
  • Bank Mega Syariah Ungkap Potensi Biaya Dana Turun usai BI Rate Dipangkas

Kemudian dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega mencapai Rp104,13 triliun, meningkat 14% YoY. Pada 2024, DPK yang dihipum Bank Mega sebesar Rp91,67 triliun. 

Komposisi DPK Bank Mega masih didominasi oleh deposito. Kendati begitu, saldo dana murah atau CASA meningkat 2% YoY menjadi Rp28,14 triliun dari Rp27,57 triliun pada periode sebelumnya.

Christiana mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya menurunkan cost of fund. Bank Mega juga berhasil menjaga cost of fund pada level yang kompetitif hingga akhir 2025, meskipun industri perbankan masih berada dalam lingkungan suku bunga yang relatif tinggi.

Pada tahun buku 2025, Bank Mega mencatatkan kinerja rasio keuangan yang solid dan terjaga. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Mega berada di level 30,49%, jauh di atas ketentuan regulator. 

Kemudian dari sisi profitabilitas, kinerja Bank Mega juga menunjukkan hasil yang positif. Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 3,10%. Sementara itu, Return on Equity (ROE) mencapai 15,54%.

Likuiditas Bank Mega berada pada level yang konservatif dan terkendali. Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 64,48%. Kemudian dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat rendah di level 1,65%, mengindikasikan pengelolaan risiko kredit yang baik serta kualitas portofolio kredit yang terjaga.

Sementara itu, kemampuan Bank Mega dalam menghasilkan pendapatan bunga tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 4,18%. Dari sisi efisiensi, rasio BOPO tercatat sebesar 69,12%.

Manajemen menilai, pertumbuhan kinerja Bank Mega pada 2025 mencerminkan perbaikan fundamental bisnis. “Ke depan, Bank Mega akan terus menyesuaikan strategi bisnisnya untuk menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder Bank Mega,” pungkasnya. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 2 Hari Ini Selasa, 10 FEBRUARI 2026: Khansa Diuji Menjelang Bebas, Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan Terkuak
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Pertagas Alirkan Gas 3.800 MMBTUD ke KEK Sei Mangkei, Sumut
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
2 Minggu Diculik, 3 Pekerja Tambang di Meksiko Ditemukan Tewas
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Hadiri Peringatan Hari Pers Nasional 2026, Menteri Kebudayaan Teguhkan Peran Pers dalam Pemajuan Budaya Indonesia
• 21 jam laludisway.id
thumb
Wujudkan Birokrasi Efektif, Kementerian PANRB Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.