Side Hustle Kecil-Kecilan teman kumparan Gen Z untuk Nambah Duit Jajan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Punya pekerjaan sampingan alias side hustle udah kayak tren di kalangan Gen Z. Lembaga riset Fortune-Harris Poll di Amerika bahkan menyebut Gen Z sebagai generasi side hustle pertama, karena 57% di antaranya punya pekerjaan sampingan.

Riset Intuit (2025) juga menyebutkan bahwa 66% dari Gen Z dan Milenial (18-35 tahun) telah merencanakan atau membangun usaha sampingan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan.

teman kumparan Gen Z pyb banyak yang mengaku juga punya side hustle. Kira-kira, mereka menjajal side hustle di bidang apa, ya? Yuk, simak cerita mereka di bawah ini.

Side Hustle Kecil-Kecilan teman kumparan Gen Z

teman kumparan Adit (24) mengungkapkan tengah menjalani pekerjaan sampingan sebagai desainer grafis konten. Dia bercerita awalnya kecemplung dalam pekerjaan ini karena pengin membantu usaha teman.

Tak lama setelahnya, ia mendapat tawaran pekerjaan serupa. Akhirnya, ia pun menggeluti pekerjaan yang menguntungkan ini. Menjadi desainer grafis ternyata terasa menyenangkan bagi Adit, sebab sifatnya yang fleksibel.

“Jadi bisa atur waktu sendiri dan ngerjain project yang beda-beda,” katanya. Namun, setiap pekerjaan tetap punya tantangan tersendiri. Ia mengaku terkadang kelelahan apabila dapat project yang deadline-nya numpuk bareng pekerjaan utama.

Meski begitu, Adit tetap berupaya konsisten menjalani pekerjaan sampingannya ini. Sebab baginya, konsistensi adalah kunci untuk menjaga side hustle berjalan mulus.

Di sisi lain, teman kumparan Nabila (22) membangun bisnis jualan dessert secara online. “Awalnya sering bikin (dessert) buat teman kos, terus pada nyaranin buat dijual aja,” ceritanya.

Dukungan dari teman membuat Nabila yakin untuk membangun bisnis kecilnya sendiri. Meskipun terkadang terasa melelahkan, tapi pekerjaan sampingan ini memberinya kebahagiaan karena bisa menyalurkan passion.

teman kumparan Rizky (26) juga memilih side hustle yang sesuai dengan passion-nya. “Sekarang lagi nyoba jadi content creator niche lari. Awalnya cuma dokumentasi lari sendiri, ternyata lumayan dapat engagement,” ungkapnya.

Menurutnya, menjadi content creator terasa seru, apalagi kalau konten yang dibuatnya bisa relate ke banyak orang. Hanya saja, tantangannya terletak pada konsistensi. Menjaga semangat untuk terus membuat konten yang relate bukanlah hal mudah.

Untungnya, Rizky memang sangat suka lari, jadi dia nggak punya niatan untuk berhenti dari side hustle-nya ini. Rizky pun sangat menyarankan kepada Gen Z untuk memilih side hustle di bidang yang disukai.

“Pilih (bidang) yang kamu suka dulu, biar pas capek, masih ada niat lanjutin,” pesannya.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dilaporkan Inara Rusli atas Dugaan Bawa Paksa Anak-anak, Virgoun Penuhi Undangan Komnas PA
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Sepotong Nostalgia di Lapak Musik Analog Cihapit Bandung
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Menimipas ajukan Nusakambangan sebagai lokasi mega prison ke Presiden
• 19 menit laluantaranews.com
thumb
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 18 WN Myanmar Via Jalur Laut Dumai
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kasus Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa, KPK Panggil Eks Direktur PT Sigma Cipta Caraka
• 8 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.