Sepotong Nostalgia di Lapak Musik Analog Cihapit Bandung

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Deretan kaset pita dari album sejumlah musisi besar dunia berderet rapi, di sebuah lapak tua di Jalan Cihapit, Kota Bandung. Lapak itu punya kaset pita yang beragam, dari grup band tua macam The Beatles dengan album 'Revolver', Metallica dengan 'Master of Puppets', sampai Green Day dengan album 'Warning'nya.

Deretan album itu juga bersanding dengan album-album lokal seperti album dari Dewa 19, Sheila On-7, kompilasi lagu dangdut dengan judul 'Bisa Diatur'.

Lapak itu adalah milik Sukiman (54), yang berdiri sendiri di pinggir Jalan Cihapit. Ia seolah jadi simbol 'perlawanan sekaligus nostalgia' musik analog di tengah gempuran platform musik digital.

Ternyata, lapak ini sudah bertahan puluhan tahun. Ia adalah generasi ketiga meneruskan usaha keluarganya, yang diawali kakeknya sejak awal 1970-an.

“Saya generasi ketiga. Diterusin aja karena kakek sudah tua dan mungkin sudah tidak kuat lagi,” ujarnya.

Saat ini, Sukiman memiliki sekitar 4.000 kaset yang masih layak jual. Setiap kaset yang dipajang telah melalui proses seleksi untuk memastikan kualitasnya.

“Masih layak pakai, yang tidak layak ya tidak kita jual,” katanya.

Untuk mendapatkan stok kaset, Sukiman mengaku harus aktif mencari sendiri karena pasokan semakin terbatas. Berbeda dengan era 1990-an, ketika penjual dan pembeli ramai mendatangi lapaknya.

“Sekarang bahannya sudah susah, jadi kita jemput bola. Kalau dulu mah penjual dan pembeli datang sendiri ke sini,” ucapnya.

Kaset Dijual Rp 10-50 Ribu

Sukiman menjual harga kasetnya bervariasi. Kaset band-band legendaris seperti The Beatles, Metallica, Deep Purple sampai Dewa 19 ia hargai paling mahal Rp 50 ribu. Tergantung tingkat kelangkaan albumnya.

Sementara untuk kaset yang lain, harganya bervariasi mulai Rp 10 ribuan. Namun harga bisa lebih rendah, atau bisa lebih tinggi.

“Kalau barang koleksi biasanya tidak ada patokan, tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli,” jelas Sukiman.

Sukiman juga menyediakan waktu bagi para pembeli untuk menjajal kaset yang akan dibeli. Sehingga, pembeli tahu kekurangan dari kaset itu di mana. Ia juga menyebut, kaset-kaset ini kebanyakan didapat dari tangan pertama.

Menariknya, di era digital saat ini, pembeli kaset justru didominasi oleh anak muda. Menurut Sukiman, generasi muda penasaran dengan bentuk fisik kaset yang sebelumnya hanya mereka kenal dari cerita orang tua.

“Biasanya dari orang tua atau keluarga, ada kaset lama diwariskan, akhirnya mereka tertarik dan datang ke sini,” katanya.

Selain penjualan langsung di lapak, Sukiman juga memasarkan kaset-kasetnya secara daring melalui berbagai platform e-commerce dan media sosial.

Keberadaan lapak kaset di Jalan Cihapit ini menjadi bukti bahwa media musik analog masih jadi tempat nostalgia, di tengah perkembangan teknologi digital.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prediksi Skor Chelsea vs Leeds: Head to Head, Susunan Pemain
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Penegakan Hukum Jaringan Pelaku Pembunuhan Gajah Sumatera di Riau Terus Berlanjut
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Hukum Pelaku Pelecehan Seksual dalam Islam, Begini Penjelasan Buya Yahya
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendag Minta Produksi Minyak Goreng Second Brand Setara MinyaKita Diperbanyak
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Jatuhkan Denda Rp240 Miliar ke 151 Pihak atas Manipulasi Saham, Total Sanksi Capai Rp542 Miliar
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.