Penulis: Lidya Thalia.S
TVRInews, Jakarta
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan program bantuan pangan untuk memperkuat daya beli masyarakat selama Ramadan 2026. Nilai anggaran program ini mencapai Rp11,92 triliun dan akan mulai disalurkan pada bulan Ramadan mulai Februari ini.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi TW 1 dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2026. Menteri Airlangga menjelaskan bahwa bantuan pangan diberikan dalam bentuk 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per keluarga penerima manfaat (KPM) selama dua bulan.
“Kemudian terkait dengan bantuan pangan untuk memperluas daya beli dan memperkuat dari sisi demand-side. Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan yaitu bentuk bantuan pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng selama 2 bulan. Estimasi kebutuhan anggaran sebesar 11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadhan atau Februari nanti,” kata Airlangga.
Program ini menyasar sekitar 35,04 juta keluarga dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah bawah, yakni desil 1 hingga desil 4. Pemerintah berharap bantuan ini dapat menjaga konsumsi rumah tangga dan menekan tekanan inflasi pangan selama Ramadan dan Idulfitri.
“Target penerimanya adalah 35,04 juta, keluarga penerima manfaat yaitu masyarakat yang berasal dari desil 1 sampai dengan desil 4,” kata Menko lebih lanjut.
Airlangga juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan distribusi bantuan pangan berjalan lancar.
“Pemerintah maupun KL yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





