Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Selain bantuan beras dan minyak goreng, pemerintah resmi memberlakukan skema WFA bagi pekerja selama periode mudik.
Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 sebagai langkah strategis menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kebijakan ini mengintegrasikan subsidi transportasi massal, penguatan jaring pengaman sosial, serta fleksibilitas kerja bagi aparatur sipil dan swasta.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa inisiatif ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian nasional pada kuartal pertama tahun ini.
"Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan bersilaturahmi dengan lebih ringan melalui berbagai stimulus, mulai dari potongan harga tiket kereta api hingga transportasi laut dan udara," ujar Prasetyo Hadi saat meresmikan program tersebut di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.
Intervensi Harga dan Jaring Pengaman Sosial
Sebagai pilar utama stimulus, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk mensubsidi tarif transportasi di berbagai sektor.
Program ini menargetkan jutaan penumpang dengan rincian diskon mencapai 30% untuk moda kereta api dan angkutan laut, serta potongan hingga 18% untuk penerbangan domestik kelas ekonomi.
Selain sektor mobilitas, pemerintah memperkuat daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah melalui distribusi bantuan pangan. Sebanyak 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 akan menerima paket bantuan berupa:
- 10 kilogram beras per bulan.
- 2 liter minyak goreng per bulan.
Bantuan ini akan disalurkan sekaligus untuk periode dua bulan dengan estimasi total anggaran mencapai Rp11,92 triliun.
"Fokus kami adalah saudara-saudara kita di lapisan ekonomi terbawah agar mereka dapat merayakan Lebaran dengan layak," tambah Mensesneg.
Infrastruktur dan Fleksibilitas Kerja
Menanggapi tantangan cuaca ekstrem, pemerintah turut memprioritaskan kelaikan infrastruktur jalan. Prasetyo menegaskan koordinasi lintas sektoral terus diperketat untuk memperbaiki kerusakan jalan akibat curah hujan tinggi guna menekan risiko kecelakaan selama arus mudik.
Di sisi lain, untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memberikan keseimbangan kerja bagi pekerja, skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) akan diberlakukan selama lima hari pada pertengahan hingga akhir Maret 2026.
Regulasi ini akan diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran dari Kementerian PANRB bagi ASN dan Kementerian Ketenagakerjaan bagi sektor swasta.
Melalui kombinasi kebijakan fiskal dan operasional ini, otoritas berharap konsumsi rumah tangga tetap terjaga. "Harapan kami, ekonomi akan tumbuh dan bergerak secara signifikan di triwulan pertama," tutup Prasetyo.
Editor: Redaktur TVRINews





