Anggota Komisi X DPR, Furtasan Ali Yusuf, mengingatkan perguruan tinggi negeri agar teliti dalam menerima mahasiswa baru jalur rapor. Menurutnya, praktik manipulasi rapor masih banyak ditemukan.
“Bapak-ibu saya ingatkan, di sini saya temukan fakta di lapangan banyak manipulasi soal rapor. Ini harus hati-hati. Karena sebenarnya over nilai,” ucap Furtasan saat rapat bersama sejumlah rektor di DPR, Jakarta, Selasa (10/2).
Menurutnya, antara guru dan siswa banyak yang bekerja sama untuk men-setting nilai supaya terus naik dari semester 1 hingga 5.
“Ketika dia sudah masuk ke salah satu perguruan tinggi, contohnya misalnya UGM, dia sudah di-setting dari awal oleh sekolahnya itu sudah harus naiknya itu linear gitu, jadi tidak boleh naik turun. Sudah seperti itu setting dari awalnya,” ucap Furtasan.
“Sehingga begitu masuk dalam rapor 1, semester 2, semester 3, sampai semester 5, dia sudah anggap prestasinya menanjak,” tambah politikus NasDem itu.
Menurutnya, kasus seperti itu masih ditemukan bahkan sampai tahun 2025 lalu.
“Dan ini saya ingatkan satu-satu karena ini kasus dengan yang tahun yang lalu ada kasus. Ada yang sudah bisa masuk ke sistemnya atau yang tidak bisa karena ternyata beda rapor,” ucap Furtasan.
“Ada yang rapornya model rapor yang lama, ada model yang baru. Yang baru itu lah yang diakui di perguruan tinggi. Sampai kita waktu itu berhari-hari menangani kasus yang seperti itu kan,” tandasnya.





