Komentar tersebut sering kali menjadi beban pikiran yang menggoyahkan keyakinan calon mahasiswa dalam memilih jurusan Sastra dan Bahasa. Hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh stigma jurusan Sastra dan Bahasa memiliki peluang karier yang minim.
Padahal, di era industri kreatif dan digital yang serba cepat ini, kemampuan yang berkaitan dengan Sastra dan Bahasa semakin dibutuhkan. Beragam profesi baru yang menjanjikan kini mulai terbuka lebar, seperti content strategist, copywriter, dan sebagainya.
Lantas, benarkah lulusan Sastra dan Bahasa memiliki peluang karier yang minim? Yuk simak bersama prospek kerja bagi lulusan Sastra dan Bahasa dikutip dari laman Cakrawala University: Prospek kerja lulusan Sastra dan Bahasa Berikut beberapa prospek kerja yang bisa dipilih oleh lulusan Sastra dan Bahasa: 1. Penerjemah atau translator Pekerjaan ini berkaitan langsung dengan kemahiran dalam merangkai kata. Seorang penerjemah profesional tidak hanya mengalihkan bahasa, namun harus menyampaikan esensi dan pesan dari teks dengan baik kepada pembaca.
Jurusan yang mendukung untuk menjadi seorang penerjemah adalah Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Jepang, Sastra Cina, atau Pendidikan Bahasa. Melalui jurusan ini, mahasiswa akan dibekali ilmu kebahasaan yang mendalam sebagai penerjemah.
Di Indonesia, gaji rata-rata seorang penerjemah berada di kisaran Rp8,5 juta hingga Rp11,5 juta per bulan. Penerjemah bertanggung jawab untuk menerjemahkan dokumen, menjaga konteks naskah, hingga menguasai terminologi teknis di bidang hukum atau medis. 2. Juru Bahasa atau Interpreter Berbeda dengan penerjemah, juru bahasa atau interpreter bertugas mengalihbahasakan percakapan secara lisan. Profesi ini sangat cocok bagi kamu yang komunikatif dan memiliki daya ingat tajam, karena sering dilibatkan dalam forum internasional hingga negosiasi bisnis.
Dengan menimba ilmu di jurusan Sastra atau Pendidikan Bahasa, calon interpreter akan dibekali pemahaman budaya yang penting untuk berkomunikasi. Di Indonesia, gaji rata-rata interpreter berada di angka Rp6,4 juta sampai Rp9,4 juta per bulan. 3. Leksikografer Leksikografer adalah sosok di balik pembuatan kamus. Oleh karena itu, profesi ini menuntut ketelitian tinggi dalam memahami kosakata dan struktur bahasa. Peluang ini terbuka lebar bagi lulusan Sastra Indonesia, Inggris, maupun Sastra Daerah, bahkan banyak yang memperdalam keahliannya hingga jenjang S2.
Sebagai seorang leksikografer, kamu akan memiliki tugas untuk melakukan riset asal-usul kata hingga pengembangan kamus dalam format digital. 4. Linguis Bagi kamu yang senang membedah bahasa hingga ke elemen terkecil, menjadi seorang linguis adalah pilihan tepat. Seorang linguis akan fokus meneliti penggunaan bahasa di masyarakat serta perkembangannya dari waktu ke waktu.
Untuk menjadi seorang linguis, kamu bisa memilih jurusan Ilmu Linguistik atau Sastra. Sebagai seorang linguis, kamu akan menganalisis data bahasa daerah, pengembangan teori linguistik, hingga publikasi karya ilmiah sebagai peneliti atau akademisi. 5. Pengajar/Guru/Dosen Profesi guru atau dosen tetap menjadi pilihan yang tak lekang oleh waktu bagi lulusan bahasa. Untuk menjadi seorang guru, kamu bisa memilih jurusan Pendidikan Bahasa atau Sastra.
Gaji guru di Indonesia rata-rata berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp5,4 juta, sedangkan dosen berkisar antara Rp4,7 juta sampai Rp7,7 juta per bulan. Tanggung jawab harian yang akan diemban adalah menyusun kurikulum, proses belajar mengajar, hingga melakukan riset akademik.
Baca Juga :
Kenali Perbedaan Jurusan Sastra, Pendidikan Bahasa, dan Linguistik di Ilmu BahasaMeski sering dikaitkan dengan jurusan Ilmu Komunikasi, lulusan Sastra memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang jurnalis atau reporter. Dengan rata-rata gaji Rp2,8 juta hingga Rp5,7 juta per bulan, jurnalis bertugas melakukan wawancara dan menyusun berita dengan tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. 7. Penulis Kemampuan merangkai narasi adalah modal dasar yang menjadikan profesi penulis sangat identik dengan lulusan Sastra atau Bahasa. Berbagai jurusan seperti Sastra, Jurnalistik, hingga Filsafat dapat membekali lulusannya dengan keterampilan menyusun konsep tulisan yang kuat.
Penulis di Indonesia rata-rata dapat menghasilkan pendapatan Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan melalui karya berupa artikel, novel, hingga skenario. 8. Editor Apabila penulis adalah pencipta karya, maka editor bertugas memastikan karya tersebut berkualitas, rapi, dan layak untuk dibaca. Ketelitian lulusan Sastra dalam hal tata bahasa menjadikan mereka kandidat yang tepat untuk posisi ini di berbagai media maupun penerbitan.
Dengan gaji rata-rata Rp4 juta hingga Rp5,5 juta per bulan, editor memegang peran penting dalam menyunting ejaan, memperbaiki alur tulisan, dan berkoordinasi dengan tim produksi demi hasil karya yang sempurna. 9. Content Creator Di era digital, keahlian storytelling lulusan bahasa sangat dibutuhkan untuk menjadi pembuat konten atau content creator. Jurusan seperti Komunikasi atau Penyiaran dapat menunjang profesi ini, namun kreativitas dalam mengemas narasi tetap menjadi kunci utama.
Gaji seorang content creator berkisar antara Rp3,7 juta hingga Rp5,5 juta per bulan, dan bisa meningkat pesat melalui kerja sama. Pekerjaannya meliputi perancangan konsep, produksi video atau tulisan, hingga analisis performa konten di media sosial. 10. Public Relations (PR) Specialist Bagi kamu yang menyukai interaksi publik, menjadi seorang PR adalah jalur karier yang menjanjikan. Melalui latar belakang Komunikasi atau PR, seseorang dilatih untuk membangun citra positif organisasi di mata masyarakat.
Rentang gaji di bidang ini sangat luas, mulai dari Rp5,2 juta hingga Rp20 juta per bulan. Tanggung jawabnya mencakup penyusunan strategi komunikasi, penanganan isu publik, hingga menjalin relasi dengan rekan media dan pemangku kepentingan. 11. Tourism Consultant/Travel Blogger Profesi sebagai konsultan pariwisata sangat relevan bagi lulusan bahasa yang gemar bereksplorasi karena kemampuan bahasa asing mempermudah komunikasi dengan turis global.
Meskipun jalur utamanya adalah jurusan Pariwisata, anak bahasa memiliki nilai tambah dalam memberikan layanan konsultasi perjalanan. Dengan rata-rata pendapatan Rp4 juta hingga Rp5 jutaan per bulan, tugasnya meliputi perancangan paket wisata, reservasi akomodasi, hingga riset tren destinasi terbaru. 12. Diplomat Menjadi diplomat adalah salah satu profesi paling bergengsi bagi kamu yang ingin berkarier di kancah internasional. Kemampuan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya menjadi modal penting untuk menjadi jembatan antarnegara.
Meskipun gaji pokok sebagai diplomat berkisar Rp1,5 juta hingga Rp5,9 juta, tunjangan dan fasilitas yang disediakan bernilai sangat tinggi. Diplomat bertugas mewakili negara dalam negosiasi internasional serta melindungi kepentingan warga negara di luar negeri. 13. Master of Ceremony (MC) Seorang Master of Ceremony (MC) dituntut untuk selalu percaya diri dan luwes dalam mengolah kata agar suasana acara tetap hidup. Lulusan bahasa memiliki keunggulan dalam penguasaan kosakata yang akan membuat pembawaan acara terasa lebih profesional.
Gaji MC di Indonesia berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp7,5 juta per bulan, dengan tanggung jawab utama memandu jalannya acara dan menjaga keterlibatan audiens sepanjang kegiatan. 14. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Menjadi PNS adalah pilihan yang sangat tepat untuk kamu yang menginginkan karier yang stabil. Kini, berbagai formasi untuk sarjana Sastra dan Bahasa sudah tersedia. Mulai dari peran pendidik hingga staf humas di kementerian, peluang ini terbuka bagi lulusan Pendidikan Bahasa maupun Sastra.
Walaupun gaji pokok berkisar Rp1,5 juta hingga Rp3,9 juta sesuai golongan, total pendapatan PNS akan jauh lebih besar dengan berbagai tunjangan resmi. Tugasnya mencakup pengabdian di instansi pemerintah, penelitian kebijakan bahasa, hingga pelayanan publik.
Itulah ulasan mengenai prospek kerja lulusan Sastra dan Bahasa. Jadi, Sobat Medcom tertarik yang mana? (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)





