JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian berupa angin kencang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sepanjang periode pemantauan 9 hingga 10 Februari 2026.
Mengutip keterangan tertulis BNPB, Selasa (10/2/2026), kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu berbagai kejadian hidrometeorologi.
“Sementara di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di sejumlah daerah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Baca Juga: Ponpes di Tegal Ambruk Terdampak Tanah Bergerak, Pengelola Tunggu Kajian Relokasi | SAPA SIANG
Pada periode pemantauan 9–10 Februari 2026, BNPB mencatat kejadian baru angin kencang di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu (8/2/2026).
“Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia serta satu unit rumah roboh. Korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, dan situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah terkendali,” tuturnya.
BNPB juga mencatat adanya tren pengingkatan karhutla di sejumlah wilayah di Kalimantan.
“Di Provinsi Kalimantan Barat, karhutla telah menghanguskan lahan seluas ±306,404 hektare sejak awal Januari hingga 9 Februari 2026, dengan penambahan terbaru ±64,904 hektare,” tambahnya.
Selain itu, sejumlah kabupaten telah menetapkan status siaga darurat sebagai langkah antisipatif, yakni Ketapang, Kubu Raya, Sambas, dan Mempawah.
Sementara, di Provinsi Kalimantan Tengah, total luasan lahan terbakar tercatat ±228,46 hektare, dengan penambahan ±9,32 hektare berdasarkan data sementara.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Fadhilah
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- angin kencang
- kebakaran hutan dan lahan
- karhutla
- kalimantan





