Jakarta, VIVA – Belakangan ini jagat maya kembali diramaikan oleh kabar yang terdengar mengejutkan: sebuah akun permainan Fortnite diklaim milik Jeffrey Epstein, tokoh kontroversial yang tewas pada 2019. Klaim ini memicu spekulasi liar, termasuk teori bahwa Epstein masih hidup dan bermain game setelah kematiannya.
Klaim ini muncul dari sebuah unggahan di platform X (dulu Twitter) oleh akun Truthpole, yang membagikan screenshot profil Fortnite dengan username “littlestjeff1”. Dalam screenshot tersebut, akun itu terlihat aktif dan bahkan dikaitkan dengan lokasi Israel.
- Instagram/@fortnite
Kabar ini kemudian menyebar cepat, karena dipadukan dengan dokumen hukum yang sempat dirilis publik, di mana nama “littlestjeff1” muncul sebagai identitas yang digunakan untuk pembelian V-Bucks (mata uang virtual Fortnite) pada Mei 2019.
Namun, apakah benar akun tersebut milik Jeffrey Epstein? Ternyata, setelah ditelusuri, klaim itu tidak berdasar.
Fakta: Epic Games Tegaskan Akun Itu Bukan Milik Epstein
Menanggapi spekulasi yang berkembang, Epic Games, pengembang Fortnite, memberikan klarifikasi tegas. Mereka menjelaskan bahwa akun yang viral itu bukan milik Jeffrey Epstein. Berikut penjelasan yang disampaikan:
1. Akun itu milik pemain biasa
Epic Games menegaskan bahwa akun tersebut adalah milik pemain Fortnite biasa yang mengganti nama akunnya menjadi “littlestjeff1” setelah nama itu muncul dalam dokumen publik. Dengan kata lain, bukan Epstein yang membuat akun tersebut, melainkan pemain lain yang memanfaatkan nama itu untuk memancing perhatian.
2. Situs statistik Fortnite menampilkan nama terbaru
Situs pelacak statistik Fortnite hanya menampilkan nama akun terbaru, bukan riwayat nama lama. Akibatnya, ketika orang melihat data akun tersebut, mereka hanya melihat nama “littlestjeff1” tanpa konteks perubahan nama sebelumnya. Hal inilah yang memicu kebingungan dan klaim bahwa akun tersebut “selalu” memakai nama itu sejak awal.
3. Tidak ada bukti keterkaitan dengan email Epstein
Klaim bahwa akun Fortnite itu terkait dengan Epstein juga muncul karena adanya email yang disebut-sebut sebagai identitas pembelian V-Bucks. Namun, Epic Games menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara email yang ada di dokumen hukum dan sistem Epic Games, sehingga tidak ada bukti langsung bahwa Epstein pernah menggunakan akun tersebut.





