TABLOIDBINTANG.COM - Marcel Radhival atau Pesulap Merah baru-batu ini membuat pengakuan mengejutkan soal statusnya dengan selebgram, Ratu Rizky Nabila. Mereka mengaku sudah menikah sejak 2022 di saat Pesulap Merah masih menjadi suami Tika.
Dalam pengakuannya, Marcel menganut poligami dan hidup rukun bersama kedua istrinya, hinga Tika meninggal pada 27 Januari 2026 akibat penyakit langka.
Di tengah ramai soal Pesulap Merah poligami, keluarga almarhumah Tika akhirnya buka suara.
Endang, ibunda Tika didampingi sang adik menegaskan bahwa putrinya sama sekali tidak pernah memberikan restu atau mengetahui adanya pernikahan tersebut.
Menurut Endang, klaim Marcel tentang izin poligami hanyalah pernyataan sepihak.
“Gimana mau izin, almarhum saja enggak tahu. Jadi bohong kalau dia (Pesulap Merah) bilang dapat izin dari istri,” ungkap Endang kepada wartawan usai mengisi acara di Studio Trans TV, Senin (9/2).
Pernyataan itu diperkuat oleh Fariz, adik almarhum Tika. Ia menyebut keluarga menyimpan bukti kuat bahwa sang kakak tidak pernah menyetujui poligami Marcel.
“Kami punya bukti kalau almarhum tidak pernah mengizinkan atau menyetujui hal itu,” tegas Fariz.
Endang juga memastikan bahwa pernikahan Marcel dengan perempuan lain dilakukan secara tertutup, tanpa sepengetahuan keluarga besar.
“Iya, diam-diam,” jawab Endang singkat saat dikonfirmasi.
Tak hanya soal izin, sikap Marcel setelah isu poligami terungkap pun membuat keluarga semakin kecewa. Endang mengungkapkan tak pernah ada itikad baik, permintaan maaf, atau penjelasan langsung dari sang menantu, bahkan di momen duka pemakaman Tika.
“Enggak ada sama sekali. Waktu pemakaman pun Marcel enggak menemui Ibu. Yang datang cuma adiknya,” ungkap Endang.
Ia menegaskan, Marcel tidak pernah menyampaikan klarifikasi maupun permintaan maaf secara langsung kepada keluarga.
“Pokoknya enggak ada niat baik,” ucapnya tegas.
Kekecewaan keluarga semakin memuncak lantaran Marcel dinilai kerap membawa-bawa nama almarhumah Tika dalam berbagai pernyataan ke publik.
“Ibu kecewa banget. Sekarang apa-apa atas nama istri yang sudah enggak ada. Itu bikin kami marah. Jangan bawa-bawa orang yang sudah meninggal, kasihan,” kata Endang dengan nada emosional.
Terkait komunikasi terakhir, Endang menyebut pertemuan terakhir dengan Marcel terjadi saat pemakaman. Setelah itu, hanya ada komunikasi singkat satu hingga dua hari sebelum keluarga kembali dikejutkan oleh kabar lain.
Ia juga mengungkapkan bahwa kunci rumah yang sebelumnya ditempati Marcel dan Tika telah diganti, sehingga keluarga almarhumah tidak bisa mengambil barang-barang peninggalan.
“Ibu dapat kabar dari tetangga kalau gembok rumahnya diganti semua. Padahal kunci rumah itu ada di Ibu. Katanya diganti demi alasan keamanan,” pungkas Endang.




