Kasus Oknum TNI Aniaya Ojol di Kembangan Diselesaikan secara Kekeluargaan

tvonenews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya angkat bicara soal kasus penganiayan terhadap pengemudi ojek online (ojol) oleh oknum TNI di Kembangan, Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, bahwa kasus tersebut sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan oleh keduanya.

"Kasus pemukulan ojol di Kembangan telah diselesaikan secara kekeluargaan," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/2/2026).

Budi mengungkapkan, bahwa korban saat ini sudah memaafkan aksi yang dilakukan oleh oknum TNI tersebut. Kini, korban juga sudah mencabut laporannya.

"Pelapor telah mencabut laporannya sehingga perkara tersebut dihentikan," ungkapnya.

Sebelumnya, pengemudi ojek online (ojol), Hasan (26) alami luka-luka akibat dianiaya seseorang diduga oknum TNI di Kembangan, Jakarta Barat.

Hasan mengungkapkan, penganiayaan itu terjadi pada Rabu (4/2/2026) lalu. Saat itu dirinya sedang mengantar seorang perempuan bernama Nur ke Jalan Haji Lebar.

Saat itu, kata Hasan, dirinya sedang menunggu orderan masuk di Jalan Mawar. Ia akhirnya mendapatkan seorang penumpang yaitu Nur.

Nur minta diantar ke Jalan Haji Lebar atau alamat rumah pelaku penganiayaan. Saat itu, masih belum ada masalah sehingga Hasan mengendarai motornya seperti biasa.

Namun, ternyata alamat tujuan tidak sesuai dengan aplikasi. Hasan pun bertanya kepada penumpangnya.

"Sampai di lokasi tujuan, penumpang saya mengatakan bahwa rumahnya bukan ini. Terus dia sering dipanggil ke sana, cuma dia enggak tahu jalan. Saya konfirmasi jalannya ke mana, dia enggak tahu juga," ujar Hasan, Senin (9/2/2026).

Nur kemudian mengatakan bahwa ia dikirimkan lokasi oleh pelaku melalui fitur share location. Namun, informasi tersebut tak bisa diakses tidak diketahui alasannya.

Hasan akhirnya meminta Nur untuk menelepon memastikan lokasi rumahnya. Penumpang itu kemudian mengarahkan ponselnya ke Hasan supaya lebih jelas arahnya.

"Terus dia jawabannya malah kasar, marah-marah. 'Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!," kata Hasan meniru perkataan yang ia terima.

Singkatnya, sesampainya di lokasi tujuan, ada cekcok yang terjadi antara pelaku dan korban. Hingga akhirnya terjadinya aksi pemukulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Walkot Tangsel Minta Warga Lapor Jika Sumur Tercemar Kebakaran Pabrik Kimia
• 12 jam laludetik.com
thumb
Jadi yang Terakhir Luncurkan Tim untuk F1 2026, Bos Baru Aston Martin Sadar Mereka Jauh Tertinggal Dalam Urusan...
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenkes Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos, Edukasi Harus Sesuai Kompetensi
• 13 jam laludisway.id
thumb
Hakim MK Saldi Minta Kubu Roy Suryo Cs Rombak Permohonan Uji Materi soal Kasus Ijazah Jokowi
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Jenazah Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Tiba di Rumah Duka Grand Heaven
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.