Liputan6.com, Jakarta - Upaya pelestarian Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) terus dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memperkuat konservasi fauna agar tidak punah dan dapat terus berkembang biak.
Pelestarian ini dilakukan atas dasar komitmen dari pemerintah dan masyarakat setempat.
Advertisement
"Pemkab Kutai Kartanegara siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan Pesut Mahakam yang saat ini jumlahnya terus menurun," kata Asisten II Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Ahyani Padianur Diani, melansir Antara, Selasa (10/2/2026).
Langkah ini dinilai penting mengingat jumlah Pesut Mahakam yang saat ini hanya tersisa 66 ekor. Binatang tersebut hidup di perairan kawasan tengah Sungai Mahakam, terutama di Kecamatan Kota Bangun, Muara Kaman, dan sekitarnya.
Oleh karena itu, ia mengatakan berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Kukar untuk melindungi satwa endemik ini.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Pesut Mahakam diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Selain pesut, kawasan Danau dan Sungai Mahakam merupakan tempat berkembangnya ekosistem penting berbagai spesies lain seperti bekantan, berang-berang, bangau, dan satwa air lainnya.
Kawasan ini juga memiliki peran strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Melihat potensi tersebut, KLH membuka akses seluas-luasnya bagi laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran perairan dan menjaga kualitas habitat satwa.




