Kepala BGN Regional Sumut Agung Kurniawan menjelaskan bahwa tim Satuan Tugas (Satgas) melakukan pengecekan sampel menu makanan yang diduga membuat gangguan pencernaan ratusan siswa di SMK HKBP Dairi, Sumatera Utara, hingga dibawa ke rumah sakit.
Peristiwa gangguan pencernaan ratusan siswa tersebut terjadi pada hari Selasa (10/2).
Agung mengatakan, ada 153 siswa yang mengalami gangguan pencernaan. Para siswa lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, penyebab gangguan pencernaan tersebut belum diketahui.
"Sekarang tim Satgas saja itu belum menyampaikan bahwasanya itu adalah keracunan. Ada satu sekolah mengalami gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan yang diakibatkan masih belum diketahui," kata Agung saat dihubungi, Selasa (10/2).
Agung menjelaskan, sampel dari makanan kemudian dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Hari ini itu hasil menunya, makanannya itu dibawa ke Labkesda," ujar Agung.
Agung menuturkan bahwa terkait keracunan dugaan makanan bergizi gratis (MBG) masih dalam pemeriksaan. Ia menyebut, para siswa diketahui mulai merasa sakit pada hari Selasa (10/2), namun para siswa tidak memakan menu MBG di hari tersebut.
"Perlu disampaikan ini benar terjadi [gangguan pencernaan]. Tetapi mereka hari ini tidak memakan MBG. Hari ini mereka tidak makan MBG. Nah, mereka makan MBG-nya kapan? Kemarin hari Senin Pukul 11.00 WIB," ucap Agung.
Agung mengatakan bahwa untuk sementara dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang mengantar makanan ke sekolah tersebut dihentikan operasionalnya.
"Sudah diberhentikan, mulai besok tidak beroperasional sampai waktu yang belum ditentukan," pungkas Agung.





