Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggenjot pengadaan bus listrik TransJakarta sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan sebanyak 10.000 unit bus listrik TransJakarta sudah beroperasi pada 2030.
Target tersebut, kata Pramono, telah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) yang telah ditandatanganinya.
Advertisement
“Saya sebagai Gubernur sudah menandatangani Peraturan Gubernur, mudah-mudahan di tahun 2030, TransJakarta yang sekarang ini baru 500 mobil bus yang memakai electricity, mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kurang lebih 10.000 bus elektrik,” kata Pramono dalam acara Townhall Meeting di M Bloc, Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2026).
Ia mengatakan, pengadaan bus listrik menjadi salah satu langkah Pemprov DKI dalam menekan kontribusi emisi dari sektor transportasi, yang saat ini masih menjadi penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta.
“Kalau itu bisa dilakukan, Saudara-saudara sekalian, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu,” ujarnya.
Saat ini, kata Pramono telah dipasang sekitar 150 titik pemantauan kualitas udara di Jakarta. Berdasarkan pemantauan tersebut, sektor transportasi menjadi salah satu kontributor utama pencemaran udara.
“Walaupun sekarang ini sudah ada 150 titik yang kita pasang setiap hari kita pantau, terutama kontribusi salah satu yang terbesar adalah transportasi kita,” kata Pramono.




