Kasus DBD di Sumbawa Melonjak Drastis

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Riadatussholihah

TVRINews-Sumbawa NTB

Pemerintah Daerah Menggencarkan Prosedur Penyelidikan Epidemiologi Cepat

Otoritas kesehatan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, melaporkan lonjakan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul intensitas hujan yang meningkat di wilayah tersebut. Hingga awal Februari 2026, tercatat sebanyak 51 warga terjangkit virus yang ditularkan melalui nyamuk ini.

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan setempat, tren kenaikan mulai terlihat sejak Januari dengan 43 kasus, yang kemudian diikuti penambahan 8 kasus baru pada pekan pertama Februari. 

Sebaran kasus tertinggi terkonsentrasi di tiga wilayah utama, yakni Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, dan Unter Iwes.

*Faktor Lingkungan dan Mobilitas*

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Aris Dwi Atmoko, menjelaskan bahwa kepadatan penduduk menjadi katalisator utama cepatnya transmisi virus.

“Kombinasi antara pemukiman padat dan tingginya pergerakan warga mempercepat penyebaran virus dengue melalui vektor nyamuk Aedes aegypti,” ujar Aris dalam keterangannya pada Selasa 10 Februari 2026.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah menerapkan protokol respons cepat. Setiap laporan kasus positif wajib ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Langkah ini bertujuan untuk memetakan zona risiko dan memutus rantai penularan secara instan di sekitar domisili pasien.

Kemampuan Mandiri Masyarakat

Meskipun pengawasan medis diperketat, Aris menekankan bahwa intervensi klinis tidak akan cukup tanpa keterlibatan masyarakat dalam menjaga sanitasi lingkungan. Ia menyoroti pentingnya strategi "PSN 3M Plus" sebagai benteng pertahanan utama.

"Kunci keberhasilan pengendalian wabah ini berada pada kemandirian masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk secara rutin," tegas Aris.

Langkah preventif yang diinstruksikan meliputi tindakan fisik seperti menguras dan menutup penampungan air, hingga pengelolaan limbah barang bekas. Selain itu, warga diimbau melakukan langkah perlindungan tambahan seperti:

•    Pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah.

•    Penggunaan larvasida pada penampungan air yang sulit dijangkau.

•    Pemeliharaan ikan pemakan jentik dan penanaman tumbuhan pengusir nyamuk.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperingatkan bahwa kewaspadaan harus tetap tinggi selama musim penghujan berlangsung guna mencegah krisis kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Draco Malfoy Jadi Ikon Tak Terduga Dekorasi Imlek 2026 di China Berkat Permainan Kata Mandarin
• 14 jam lalupantau.com
thumb
FTSE Tunda Evaluasi Saham Indonesia, Berpengaruh ke Rapat dengan MSCI Besok?
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Warga Rentan Cirebon Kehilangan Akses Layanan JKN
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Catat Jadwal Libur Lebaran ASN 2026, Termasuk Cuti Bersama!
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Blank Spot Keadilan yang Tak Terjangkau Lembaga Hukum
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.