Kendaraan Salju Canggih Buatan China Berhasil Tempuh 10.000 Km di Antarktika Tanpa Gagal

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kendaraan Snow Leopard hasil pengembangan mandiri China berhasil menempuh lebih dari 10.000 kilometer tanpa mengalami kegagalan dalam uji coba lingkungan ekstrem di pedalaman Antarktika.

Keberhasilan ini diumumkan oleh tim ekspedisi Antarktika ke-42 China pada Selasa, 10 Februari 2026.

Uji coba kendaraan beroda 6x6 tersebut dilakukan sejak 5 Desember 2025 hingga awal Februari 2026, melintasi lima wilayah tipikal pedalaman Antarktika dari Stasiun Zhongshan milik China.

Uji Medan Ekstrem dan Performa Tinggi

Snow Leopard diuji pada berbagai medan berat seperti es laut, kerikil, salju lunak, salju keras, dan es padat.

Keberhasilan ini dianggap menutup kesenjangan penting dalam kemampuan peralatan darat China untuk mendukung transportasi personel cepat, kegiatan penelitian ilmiah, serta operasi penyelamatan darurat di kawasan Antarktika.

Sebelumnya, ekspedisi China di Antarktika sangat bergantung pada kendaraan impor beroda rantai yang dinilai lebih lambat, boros bahan bakar, dan mahal dalam perawatan.

Snow Leopard mampu melaju dengan kecepatan 28 km/jam di atas salju lunak, 42 km/jam di atas salju keras, dan stabil di 65 km/jam di atas es padat, dengan jarak tempuh maksimum sekitar 700 kilometer per tangki bahan bakar.

Menurut Sun Peng, anggota tim uji coba, kendaraan ini dirancang secara khusus untuk mampu menghadapi suhu ekstrem rendah, tekanan udara yang rendah, dan medan yang rumit.

Terobosan Teknologi dan Misi Penyelamatan

Pengembangan Snow Leopard mencakup sejumlah terobosan teknologi utama, terutama pada sistem daya dan material ban yang digunakan.

Yao Xu, pemimpin tim, mengungkapkan keberhasilan misi darurat di mana Snow Leopard beroperasi selama 12 jam tanpa henti dan menempuh 263 kilometer pulang-pergi di tengah badai salju dengan jarak pandang hanya sekitar 3 meter.

"Ini adalah pertama kalinya kendaraan darat ekspedisi Antarktika China mampu bergerak dengan kecepatan tinggi dalam kondisi cuaca ekstrem, saat akses udara sama sekali tidak memungkinkan," ungkapnya.

Ekspedisi Antarktika ke-42 China sendiri diberangkatkan dari Shanghai pada 1 November 2025 dan membawa serta berbagai peralatan serta teknologi baru untuk diuji di benua es tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: Harga Mobil Listrik di IIMS 2026, Hybrid Murah untuk Pemula, hingga Ban Khusus Kendaraan Elektrifikasi
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Ketegangan AS-Iran dan Data Ekonomi AS Tekan Rupiah, Sentimen Domestik Tetap Positif
• 14 jam lalupantau.com
thumb
3 Pelajar Siram Air Keras di Cempaka Putih, Pramono: Tindak Tegas!
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus Guru Diniyah di Demak Picu Perdebatan: Perlindungan Profesi dan Kepemimpinan Sekolah Jadi Sorotan
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO, Negara Rugi Rp10-14 Triliun
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.