Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Probolinggo
Dua kecamatan di Kabupaten Probolinggo terendam banjir kiriman yang berasal dari Pegunungan Tengger Bromo pada Senin petang, 9 Februari 2026. Hingga Selasa pagi, 10 Februari 2026, warga terdampak masih terus melakukan pembersihan terhadap endapan lumpur yang terbawa arus banjir.
Kepala Desa Dringu, Kuryadi, menceritakan bahwa banjir yang melanda sejak Senin petang ini terjadi setelah Sungai Kedung Dalem meluap ke jalanan dan merendam permukiman warga.
“Banjir ini merupakan banjir kiriman yang datangnya dari pegunungan Tengger Bromo. Sekitar pukul 15.00 WIB banjir datang. Tingginya setengah meter, bahkan di dalam rumah lebih. Di sini sebenarnya tidak hujan, ini banjir kiriman dari atas. Sekarang mulai surut dan warga bersih-bersih rumah,“ ujar Kuryadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat ada dua kecamatan yang terdampak banjir tersebut. Selain Kecamatan Dringu, banjir kiriman dari Pegunungan Tengger Bromo juga melanda wilayah Kecamatan Tongas yang berada di sisi utara Kabupaten Probolinggo.
“Untuk banjir di Kecamatan Tongas ada dua desa, yaitu Desa Semendi dan Desa Bayeman di Gang Sampo. Ketinggian air di Bayeman sekitar satu pinggang orang dewasa. Saat ini kami melakukan pemantauan bersama petugas gabungan. BPBD juga sudah turun untuk asesmen dan pendataan rumah warga yang terdampak," tambahnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo bersama TNI-Polri dan pihak kecamatan terus melakukan pemantauan intensif di lokasi terdampak. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun aktivitas harian warga sempat lumpuh akibat genangan air yang cukup tinggi.
Terkait dengan bencana hidrometeorologi ini, petugas mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama bulan Februari yang diprediksi menjadi puncak musim penghujan.
Desa Dringu sendiri dikenal sebagai daerah langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba. Beruntung, luapan air kali ini tidak terjadi bersamaan dengan fenomena air laut pasang, sehingga banjir lebih cepat surut.
Kendati demikian, petugas tetap mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah ke sungai guna menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir risiko banjir yang lebih besar di masa mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews





