Di Forum China SEA, Hashim soroti praktik “saham gorengan”

antaranews.com
17 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo, dalam forum China Conference Southeast Asia 2026 di St Regis Jakarta, Selasa (10/2) malam, menyoroti praktik manipulasi harga saham atau yang dikenal dengan istilah “saham gorengan".

Dalam sesi tanya jawab, Hashim mengungkapkan keheranannya ada upaya pihak tertentu menaikkan harga saham secara tidak wajar melalui transaksi yang direkayasa, sehingga menciptakan kesan saham tersebut bernilai tinggi.

"Ada istilah dalam bahasa Indonesia yang disebut menggoreng saham. Itu artinya, memanipulasi harga saham," katanya diikuti dalam jaringan (daring) China Conference Southeast Asia.

Hashim menilai terdapat praktik pihak tertentu yang secara sengaja mendorong kenaikan harga saham secara tidak wajar melalui transaksi yang direkayasa, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah saham tersebut memiliki nilai tinggi.

Ia juga menyoroti adanya saham perusahaan kecil yang melonjak tajam tanpa ditopang kinerja bisnis yang memadai, sebagai indikasi penyimpangan yang perlu segera ditindak.

"Rupanya, ada saham dengan rasio price to earnings (PE) 167, satu lagi 300, satu lagi 1.200 kali, dan satu lagi 4.000 kali," katanya.

Hashim kemudian membandingkan fenomena itu dengan perusahaan-perusahaan mapan yang ditopang fundamental bisnis solid dan arus kas kuat, seperti Astra International (ASII).

“Bandingkan dengan Astra yang rasio PE-nya sekitar delapan kali. Lalu lihat NVIDIA, yang pasti sudah banyak dikenal. Rasio PE NVIDIA mungkin sekitar 60 kali,” katanya.

Meski demikian, Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia itu menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia secara umum tetap kuat dan pemerintah optimistis terhadap prospek ke depan.

Ia menyebut telah mengadakan pertemuan dengan tiga menteri pada pagi hari yang sama dan menangkap semangat optimisme dari jajaran pemerintah.

Menurut Hashim, pemerintah berkomitmen menindak oknum yang terlibat praktik tidak sehat di pasar modal.

Ia memperkirakan akan ada sanksi tegas, mulai dari pemecatan hingga pengenaan denda besar terhadap pihak yang terbukti melanggar.

“Terus terang, akan ada yang dipecat. Saya pikir bahkan denda, denda yang sangat besar, akan dikenakan. Ini akan memperbaiki,” ujarnya.

Adik kandung Presiden RI Prabowo Subianto itu pun menyatakan keyakinannya bahwa pembenahan tersebut akan memperkuat kepercayaan terhadap pasar dan mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Baca juga: Hashim: Pemerintah siapkan PLTN 7 GW bertahap hingga 2034

Baca juga: Hashim: Pemerintah buka ruang keberatan pencabutan izin 28 perusahaan

Baca juga: Pemerintah targetkan pasar karbon beroperasi Juni 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim MK Minta Roy Suryo Cs Lampirkan Bukti Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Imlek-Ramadan Berdekatan, Wali Kota Semarang Ajak Perkuat Toleransi
• 6 jam laludetik.com
thumb
BTN (BBTN) Siap Luncurkan Produk Paylater pada Kuartal I/2026
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Penyimpangan Ekspor CPO, Kerugian Negara Ditaksir Rp 14,3 T
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Rabu Pagi, Rupiah Menguat 0,22% ke Rp16.774
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.