Pelindo Targetkan Arus Peti Kemas Capai 13,77 Juta TEUs Tahun Ini

katadata.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menargetkan arus peti kemas di seluruh terminalnya mencapai 13,77 juta TEUs pada 2026. Jika terwujud, angka tersebut bakal mengalami pertumbuhan sebesar 5% secara tahunan.

"Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini," kata Corporate Secretary Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, di Surabaya, Selasa (10/2).

Dia menuturkan, optimisme itu didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Sejumlah terminal pun diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas.

Sebut saja seperti Terminal Peti Kemas Kendari, Sulawesi Tenggara, yang diperkirakan terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Sementara di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Adapun di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk proyek strategis nasional (PSN).

Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK). Kedua kawasan industri itu diproyeksikan mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur.

Sementara itu, Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun lalu sebanyak 4,40 juta TEUs atau meningkat 10,28% dibandingkan periode 2024. Jumlah tersebut terdiri atas peti kemas impor sebanyak 2,12 juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 juta TEUs, dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs.

"Untuk mendukung pencapaian target tahun ini, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi alat bongkar muat baru untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan," ujar Widyaswendra.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor RI tumbuh sekitar 7% pada 2026. Hal ini seiring semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) yang dijalin Indonesia dengan negara-negara mitra.

"FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif," kata Benny.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10% sampai 11,6% dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun.

Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce serta proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenapa Saham INDF Turun ke Indeks Small Cap MSCI? Simak Penjelasan Analis
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kunker ke Merauke, Anak Buah Menkeu Purbaya Efektivitas DAK Non Fisik, Tepat Sasaran?
• 5 jam laludisway.id
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 3 Hari Ini Rabu, 11 FEBRUARI 2026: Kematian Rianti Ditutupi, Khansa Disekap Demi Pertunangan Fathan
• 16 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Kemenhub Dorong Legalitas Bengkel Kustom Lewat Program Sertifikasi
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
KPK: Mulyono Kepala Kantor Pajak Banjarmasin Punya Jabatan di 12 Perusahaan
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.