Jakarta, tvOnenews.com - Suasana khidmat sekaligus penuh kebersamaan tampak di Wihara Amurva Bhumi, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Sejumlah warga keturunan Tionghoa membersihkan patung dewa atau rupang serta berbagai perlengkapan altar sebagai bagian dari tradisi tahunan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.
Kegiatan bersih-bersih ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari meja altar, tempat dupa, hiasan lampion, hingga sudut-sudut ruangan wihara. Para relawan tampak berhati-hati saat membersihkan rupang menggunakan kain lembut dan cairan pembersih khusus agar tidak merusak detail patung yang memiliki nilai spiritual dan historis.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Tradisi membersihkan tempat ibadah menjelang Imlek memiliki makna simbolis yang mendalam. Selain menjaga kebersihan dan keindahan wihara, kegiatan ini dimaknai sebagai upaya membuang energi atau hal-hal buruk dari tahun sebelumnya. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, umat berharap dapat menyambut tahun yang baru dengan hati yang jernih serta membawa keberuntungan dan rezeki yang lebih baik.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Ucel, selaku pengurus Wihara Amurva Bhumi, mengatakan kegiatan tersebut telah menjadi agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun menjelang Imlek. Menurutnya, persiapan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarumat.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
“Setiap tahun kami mengadakan kegiatan bersih-bersih seperti ini, mulai dari membersihkan meja altar hingga patung-patung. Ini sudah menjadi tradisi. Selain untuk merawat wihara, juga sebagai simbol membuang hal-hal yang kurang baik dan menyambut keberuntungan di tahun yang baru,” ujarnya.
Sekitar lebih dari 20 relawan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari orang tua hingga generasi muda. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjaga kelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.




