40 Tahun di Indonesia, Oriflame Bertahan dengan Direct Selling di Era Social Commerce

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Oriflame Indonesia mempertahankan model pemasaran dan penjualan langsung di tengah dominasi e-commerce hingga sosial commerce.

Meskipun sudah menginjak usia 40 tahun hadir di Tanah Air, perusahaan asal Swedia itu menilai kepercayaan dan relasi personal tetap relevan di tengah persaingan industri kosmetik dan perawatan tubuh yang kian padat.

Marketing Director Oriflame Indonesia, Patricia, mengatakan, direct selling (penjualan langsung) menawarkan nilai tambah berupa edukasi produk dan kepercayaan. Konsumen tidak hanya membeli berdasarkan harga, tetapi juga berdasarkan pengalaman dan rekomendasi dari orang yang mereka kenal.

“Direct marketing juga kan based on trust, dimana itu juga ada reviewnya secara langsung,” tambah Patricia kepada Bisnis, saat perayaan 40 tahun perjalanan Oriflame di Indonesia.

Oriflame Indonesia saat ini katanya didukung lebih dari 100.000 beauty entrepreneur yang mayoritas perempuan. Jaringan ini menjadi kekuatan utama Oriflame dalam menjangkau konsumen, terutama di segmen yang masih mengandalkan rekomendasi personal sebelum membeli produk kecantikan.

Meski tidak memanfaatkan platform e-commerce sebagai kanal penjualan resmi, Oriflame tetap mengadopsi strategi digital untuk memperkuat model direct selling. Beauty entrepreneur didorong aktif di media sosial sebagai content creator, bukan sekadar penjual. 

Baca Juga

  • 50 Tahun Berdiri, Oriflame Miliki 3 Juta Konsultan Independen
  • Tren Warna Lipstik Intense dan Berani Diangkat Oriflame Tahun Depan
  • Ini 3 Brand Ambassador Baru Oriflame Indonesia

Konten yang dihasilkan berfungsi sebagai ulasan dan rekomendasi, tanpa transaksi langsung di marketplace. Ya, seiring perkembangan teknologi digital, model direct selling Oriflame tidak lagi identik dengan penjualan konvensional dari pintu ke pintu.

“Sekarang malah lebih gampang, klik, share, and buy. Mereka juga kan enggak perlu nyetok lagi dan tidak dipungut biaya apapun,” sebut Patricia.

Untuk mendukung para beauty entrepreneur tersebut, Oriflame menyediakan pusat konten digital yang dapat digunakan, lengkap dengan materi promosi, visual, hingga pelatihan algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan kampanye digital secara langsung ke konsumen melalui iklan media sosial dan kanal digital lainnya. Strategi ini dirancang untuk membangun kesadaran merek, sehingga saat beauty entrepreneur menawarkan produk, konsumen sudah memiliki pemahaman awal tentang Oriflame.

“Jadi bisa dibilang hybrid. Kami tetap melakukan brand marketing supaya ketika beauty entrepreneur menjual (produk), enggak perlu banyak menjelaskan,” tambah Patricia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Anggarkan Rp911 Miliar untuk Diskon Tarif Transportasi Idulfitri 2026
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Camilan Lezat yang Bikin Badan Ramping Tanpa Harus ke Gym
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
[FULL] Kubu Roy Suryo Cs Usai Jalani Sidang Uji Materi Gugatan Kasus Ijazah Jokowi di MK
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Jalan Nasional di Jawa Barat Banyak yang Rusak, Dedi Mulyadi Tawarkan 2 Skema Penanganan
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Korban Sebut Tak Ada Permintaan Maaf dari Mohan Hazian, Justru Diteror Nomor Asing!
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.