Pria berinisial MM, warga Blora, Jawa Tengah, melapor ke polisi karena dianiaya dan ditelanjangi oleh warga. Ia mengalami tindakan itu usai tepergok berduaan dengan istri orang.
Kuasa hukum MM, Yusuf Nurbaidi, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin, 2 Februari 2026 di Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Saat MM sedang berada di rumah perempuan tersebut, tiba-tiba ada puluhan warga yang mendatanginya.
"Jadi klien saya itu dianiaya, dipukuli. Ditelanjangi lalu diarak sampai ke balai desa itu jaraknya sekitar 1 kilometer," ujar Yusuf saat dihubungi kumparan, Selasa (10/2).
Akibat peristiwa itu, MM mengalami luka fisik yang cukup parah. Ia juga trauma dan merasa malu dengan kondisinya itu.
"Lukanya parah, sampai sekarang klien saya jadi sulit berkomunikasi. Istilahnya telmi. Dan malu pasti," jelas dia.
MM melaporkan kasus ini ke Polres Blora pada Rabu (4/2). Laporan polisi tersbeut diterima dengan nomor STTLP/44/II/2026/Res Blora/Jateng.
"Diduga pelakunya ada lebih dari 20 orang," sebut Yusuf.
Yusuf menegaskan, penganiayaan dan dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh kliennya merupakan dua hal yang berbeda. "Kami tidak ke ranah tersebut (dugaan perselingkuhan) kami fokus ke penganiayaan," ujarnya.
Ia pun berharap, kepolisian bisa memproses laporan ini secara profesional dan menemukan siapa inisiator atau dalang dari pengeroyokan ini.
"Adapun harapan kami juga agar pihak kepolisian dapat menemukan siapa dalang atau inisiator dari kejadian yang menimpa klien kami sehingga dapat ditemukan seluruh pelaku yang turut serta, melakukan maupun pembiaran terhadap peristiwa ini. Apakah ada atau tidaknya perencanaan," kata Yusuf.
Tiduri Istri OrangPolisi menyebut MM digerebek warga usai berhubungan badan dengan perempuan yang merupakan istri orang. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu puluhan warga mendapati MM sedang berduaan di rumah wanita Desa Srigading, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
"Infonya sudah berhubungan badan. Iya betul (pasangan selingkuh)," ujar Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono kepada kumparan, Selasa (10/2).
Penggerebekan itu dilakukan karena warga sudah lama curiga dengan gerak-gerik MM dan wanita selingkuhannya itu. Maka warga sengaja memantau pergerakan keduanya.
"Betul warga sudah mengamati. Yang gerebek itu banyak, tapi kalau suaminya saat itu sedang di Jakarta," jelas dia.
Lilik menyebut, MM merupakan seorang perjaka atau belum menikah. Sementara wanitanya merupakan seorang istri dan sudah memiliki anak.
Polisi, lanjut Lilik, menemui MM saat berada di puskesmas. "Jadi memang ada lebam-lebam. Tapi kasusnya itu ditangani di Polres Blora. Kami dikabari setelah adanya penggerebekan itu," kata Lilik.
Polisi SelidikiKasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengaku pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
"Sudah kami terima, masih kami dalami, kita lakukan pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti ya," kata Zaenul.





