Dubes Iran: Indonesia Konsisten Perjuangkan Keadilan Global

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memuji konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

Dubes Iran juga memuji kebijakan nonblok Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Menurut Dubes Boroujerdi, Indonesia tetap berpegang pada prinsip kemandirian, keseimbangan, dan dialog dalam menyikapi berbagai konflik serta rivalitas internasional. Sikap tersebut dinilainya sejalan dengan pendekatan yang juga dijalankan Iran dan negara-negara independen lainnya.

“Di tengah berbagai tantangan global, Indonesia terus mengejar kebenaran dan keseimbangan dalam sistem internasional, berlandaskan kebijakan luar negeri yang independen, aktif, dan nonblok,” ujar Dubes Boroujerdi dalam sambutannya pada peringatan Hari Nasional Republik Islam Iran sekaligus HUT ke-47 Revolusi Islam Iran di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Boroujerdi juga menyoroti lemahnya peran sejumlah lembaga internasional dalam merespons berbagai konflik global. Ia menilai, penerapan standar ganda serta minimnya efektivitas mekanisme multilateral telah menciptakan situasi yang menyerupai “hukum rimba” dalam tatanan dunia.

“Keheningan sejumlah badan internasional, penerapan standar ganda, serta ketidakefektifan mekanisme multilateral dalam menghadapi tindakan Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) telah menciptakan situasi yang dapat digambarkan sebagai rule of jungle di panggung global,” kata Dubes Boroujerdi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sejumlah negara dan pemimpin merasa berhak bertindak tanpa konsekuensi di berbagai wilayah dunia. Hal itu dinilai berpotensi merusak stabilitas sistem internasional dan menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan antarnegara.

Boroujerdi menegaskan, kesamaan prinsip antara Iran dan Indonesia, seperti nonblok, kemandirian, dialog, kerja sama setara, serta saling menghormati, telah membuka peluang besar bagi kedua negara untuk berperan sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh, baik di tingkat regional maupun global.

Lebih lanjut, ia menilai bergabungnya Indonesia dalam BRICS pada 2025 serta posisinya sebagai Presiden Dewan HAM PBB periode 2026 semakin memperluas ruang kerja sama kedua negara di tingkat internasional.

Dalam konteks isu hak asasi manusia, ia juga menekankan pentingnya menjaga prinsip universalitas, imparsialitas, dan non-selektivitas. Menurutnya, isu HAM tidak seharusnya dipolitisasi atau dijadikan alat kepentingan tertentu.

“Hal ini penting untuk mencegah penyalahgunaan isu tersebut sebagai instrumen kepentingan politik,” tegas Dubes Boroujerdi.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Boroujerdi menyampaikan bahwa Iran dan Indonesia telah mencatat sejumlah kemajuan dalam hubungan bilateral dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia menilai masih banyak potensi kerja sama yang belum tergarap secara optimal.

“Masih terdapat banyak peluang kerja sama antara dua negara Islam besar ini yang dapat diwujudkan melalui kemauan politik yang kuat dan komitmen bersama para pemimpin kedua negara,” pungkas Dubes Boroujerdi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MUI Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza karena Dinilai Berisiko Tinggi
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Terungkap 54 Juta Warga Miskin Belum Terima Bantuan BPJS Kesehatan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sebut Dirinya Aset Negara, Ammar Zoni Tulis Surat untuk Presiden Prabowo
• 5 jam lalucumicumi.com
thumb
Pantas Saja! Timnas China U-17 Dilatih Pakar Pemain Muda dari Jepang, 11 Pertandingan Cetak 56 Gol
• 8 jam lalubola.com
thumb
Kemajuan Terapi Sel Punca di Indonesia Didukung UU
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.