Jakarta: Indonesia apresiasi kerja sama erat dengan Iran, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama dengan Iran di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, di tengah meningkatnya tantangan global.
Hal tersebut disampaikan Arifatul saat menghadiri resepsi peringatan Hari Nasional Republik Islam Iran sekaligus HUT ke-47 Revolusi Islam Iran di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Arifatul menyebut hubungan Indonesia dan Iran telah terjalin secara berkelanjutan dan konstruktif di berbagai sektor, mulai dari dialog politik, kerja sama ekonomi, hingga bidang pendidikan, sains, dan budaya.
“Pada inti kemitraan ini terdapat keyakinan bersama bahwa diplomasi tidak hanya melayani kepentingan nasional, tetapi juga kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan keluarga sebagai fondasi pembangunan jangka panjang,” ujar Arifatul.
Ia menilai, di tengah situasi global yang ditandai oleh ketidakpastian geopolitik, tantangan kemanusiaan, dan konflik sosial, perlindungan kelompok rentan menjadi semakin penting.
“Dalam konteks ini, Indonesia memandang kerja sama dengan Iran di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai komponen penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan tangguh,” lanjutnya.
Arifatul juga mengingatkan bahwa kedua negara telah memiliki kerangka kerja sama sejak 2018 melalui perjanjian antara Kementerian PPPA RI dan Wakil Presiden Urusan Wanita dan Keluarga Iran.
Perjanjian tersebut mencakup kerja sama dalam berbagi praktik terbaik, pertukaran informasi, pelaksanaan program bersama, serta penguatan kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dan anak.
“Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Iran berkomitmen untuk memperkuat sistem perlindungan anak, meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta membangun ketahanan keluarga berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati,” kata Arifatul.
Menurut Arifatul, upaya tersebut mencerminkan kesadaran bersama bahwa pembangunan sosial dan keamanan manusia merupakan fondasi bagi stabilitas dan perdamaian jangka panjang.
“Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga investasi strategis bagi pembangunan berkelanjutan, kohesi sosial, dan ketahanan nasional,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi keterbukaan Iran dalam membangun dialog dan kemitraan di bidang tersebut. Pemerintah Indonesia, kata dia, berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperdalam dan diwujudkan dalam program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap komitmen ini dapat diterjemahkan ke dalam hasil yang konkret dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Arifatul juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Iran atas peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran.




