Istana menyoroti khusus marak jalan berlubang di sejumlah daerah yang memakan korban jiwa. Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah prihatin dengan marak jalan berlubang dan memakan korban jiwa. Istana sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar masalah jalan berlubang ini segera dibenahi.
"Tadi Menteri Perhubungan sudah menyampaikan kita terus-menerus berkoordinasi untuk memastikan kelanyakan jalan-jalan yang sekarang dengan musim hujan ini banyak juga yang terjadi lubang bahkan di beberapa tempat sempat jatuh korban kami pemerintah tentu sangat prihatin," kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (10/2).
Prasetyo mengatakan, masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena sangat fatal.
"Saya terus hampir setiap hari mengingatkan untuk kita pada seluruh jajaran memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini tapi berisiko fatal," kata Prasetyo.
Prasetyo mengatakan, penanganan jalan berlubang juga berkaitan dengan persiapan pelayanan mudik Lebaran. Sebab, saat ini, banyak bermunculan jalan berlubang di berbagai ruas tol termasuk di jalan arteri.
Politikus Gerindra ini menuturkan, Presiden Prabowo Subianto terus menekankan kepada seluruh jajarannya untuk mengutamakan kepentingan rakyat.
Dana dari efisiensi anggaran bisa digunakan untuk membantu rakyat salah satunya memperbaiki jalanan yang rusak hingga berlubang.
Kasus-Kasus Jalan BerlubangJakarta
Kasus jalan berlubang yang berujung maut terbaru terjadi di Jalan Matraman, Jakarta Timur. Korbannya ialah Ardhi Suryaputra, siswa SMKN 34 Jakarta. Ia mengalami kecelakaan tunggal.
Kecelakaan itu terjadi pada Senin (9/2) sekitar pukul 06.00 WIB. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kecelakaan terjadi akibat jalan yang licin dan berlubang.
"Kami sudah memantau hasil CCTV, penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang. Lalu dilalui dengan kecepatan yang tinggi. Jadi ini kecelakaannya adalah kecelakaan tunggal," jelas Pram.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, didampingi Kadis Pendidikan DKI Nahdiana dan Kepsek SMKN 34 Jakarta, Sulistiyani.
Lubang di Jalan Matraman tidak hanya sekali memakan korban. Ade (54), warga Kesatrian, Matraman Raya, yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek, mengatakan sudah sering melihat pengendara terjatuh akibat lubang di jalan tersebut.
“Ya, kecelakaan sih emang sering orang pada jatuh, pada luka-luka. Ini baru kemarin aja itu yang fatal sampai meninggal anak sekolah,” ujarnya.
Kasus kecelakaan ini juga tengah diselidiki oleh Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan polisi telah melakukan olah TKP.
"Sepeda motor melaju dari arah selatan ke utara lalu diduga pengendara ini terperosok akibat jalan berlubang. Ini juga sudah dilakukan olah TKP dari jajaran Satlantas maupun Direktorat Lalu Lintas," ujarnya.
Budi menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman lebih lanjut. Polisi akan melihat berbagai aspek yang menjadi penyebab kecelakaan, mulai dari faktor manusia hingga sarana prasarana.
"Ya, ini masih dalam pendalaman. Artinya faktor kecelakaan lalu lintas itu ada faktor pengendara, ada faktor cuaca, ada faktor kendaraan tersebut, serta faktor sarana prasarana yaitu jalan," jelas Budi.
Ciputat
Jalur utama Ciputat–Jakarta juga memiliki banyak lubang yang membuat pengendara celaka. Polisi mencatat, sedikitnya lima insiden terjadi akibat jalan berlubang dalam sepekan terakhir.
Insiden terbaru terjadi di flyover Ciputat pada Kamis (5/2). Seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah menghantam lubang jalan. Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi pada Senin (2/2) dan sempat viral di media sosial.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, mengatakan hasil pemetaan kepolisian menemukan puluhan titik jalan berlubang di jalur penghubung Ciputat-Jakarta.
“Berdasarkan hasil pemetaan total ada 43 titik lubang jalan,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (10/2).
Pantura Karawang
Jalan Pantura, Karawang, Jawa Barat, juga mengkhawatirkan. Banyak lubang di sepanjang jalan yang telah memakan korban. Padahal ini jalur vital pada masa mudik Lebaran yang segera datang.
Pantauan kumparan pada Jumat (6/2), sejumlah titik di ruas Pantura Karawang mulai dari Klari hingga Purwasari, memperlihatkan kondisi aspal yang rusak.
Jalan nasional yang menjadi urat nadi pergerakan ekonomi dan transportasi antarkota itu kini dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi. Permukaannya yang bergelombang pun membahayakan pengguna jalan.
Alhasil suasana lalu lintas pun semrawut. Arus kendaraan melambat, terutama saat truk-truk bertonase besar mencoba menghindari lubang dengan berpindah lajur secara tiba-tiba.
"Rusak mah udah dari lama, dari awal Januari juga udah parah, bikin macet panjang," ucap Arum (22), warga setempat.
Kata dia, kerusakan tersebut semakin parah belakangan ini saat musim hujan. Selain memicu kecelakaan, sistem drainase di sekitar jalan yang jelek pun membuat jalanan menjadi banjir.
Salah seorang driver ojol, Imam (35), cukup sering melihat pemotor yang terjatuh atau sepeda motor yang mengalami kerusakan akibat jalan rusak.
"Baru tadi kan ada truk terguling di Kosambi, daerah Pancawati," ujarnya.
"Pernah juga waktu itu di sekitar (Fuel) Pertamina (Cikampek) velg motor sampai pecah kena lubang, tapi alhamdulillah selamat orangnya. Saya setut motornya," tambah Imam.
Jalan Veteran Medan
Lubang-lubang juga banyak dijumpai di sepanjang Jalan Veteran, Kota Medan. Lubang-lubang itu menjadi ancaman bagi pengendara karena bisa menyebabkan kecelakaan.
Pantauan kumparan, Jumat (6/2), banyak lubang di jalan yang sudah cukup parah dan tergenang air. Jalan tersebut hampir sudah menyatu dengan tanah dan aspalnya yang mulai menipis.
Para pengendara melintas dengan kecepatan rendah untuk menghindari kecelakaan.
Beberapa jalan berlubang tersebut ditimpa dengan tanah dan kerikil untuk mengurangi kedalaman lubang dan ada beberapa lubang yang dibiarkan bolong.
Adit Prasetyo (28), salah satu warga sekitar merasa resah dengan jalan rusak yang berada di depan rumahnya. Ia mengatakan, banyak pengendara motor yang jatuh dan terluka karena melintas jalan yang berlubang tersebut.
"Sudah beberapa kali orang sudah jatuh karena jalannya berlubang parah begitu. Sudah bolak-balik kita kasih tahu sama Kepala Lingkungan (kepling) atau yang lain, tidak diperbaiki sama sekali," kata Adit saat berbincang-bincang dengan kumparan, Jumat (6/2).
Ia menuturkan, pengendara motor banyak yang luka-luka karena terjatuh di jalanan berlubang itu.
"Kalau korban jiwa tidak ada, cuma kecelakaan parah. Hampir tiga, empat orang ada (jatuh)," ujar Adit.





