Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2/2026). Saham konstituen yang dibuka naik di antaranya seperti ADMR, INKP sampai UNTR.
Melansir IDX Mobile pukul 09.08 WIB, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia itu menguat 0,7% ke 537,61. Indeks mengawali perdagangan dengan transaksi 909,4 juta saham senilai Rp674,9 miliar. Kapitalisasi pasar indeks mencapai Rp4.038 triliun.
Penguatan indeks ini ditopang oleh 10 saham konstituen yang dibuka menguat. Sisanya, 12 saham dibuka melemah dan 5 saham belum berubah.
Saham konstituen yang dibuka naik ini antara lain adalah saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang naik 0,26% ke Rp1.895, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) naik 0,46% ke Rp2.180, dan saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang naik 1,97% ke Rp2.070.
Kemudian, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 3,23% ke Rp256, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 3,15% ke Rp6.550, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 0,27% ke Rp9.125, dan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang naik 0,84% ke Rp2.390.
Selanjutnya, ada saham PT Pertamina Geothermal Tbk. (PGEO) yang naik 2,19% ke Rp1.165, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 1,18% ke Rp3.440, dan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang naik 1,09% ke Rp27.775.
Adapun, penguatan indeks Bisnis-27 pagi ini sejalan dengan laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang dibuka menguat 0,49% ke 8.152. Laju indeks komposit didorong oleh 401 saham yang dibuka naik, sedangkan 159 saham dibuka melemah dan 398 saham belum berubah.
Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG hari ini akan berada di level resistance 8.215 dan level support di 8.000. Pada penutupan Selasa (10/2), indeks komposit menguat 1,24% ke 8.131.
"Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas level MA5 didukung oleh berlanjutnya penyempitan histogram negatif MACD serta Stochastic RSI yang berlanjut reversal. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 8.200-8.215 di perdagangan Rabu (11/2)," tulis sekuritas.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





