Modal Rp1,6 Juta Pinjam Kartu Kredit Ibu, Penghasilan Rp1 Triliun

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi internet (REUTERS/Mal Langsdon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu lalu terungkap domain ai.com terjual senilai US$70 juta atau Rp 1,17 triliun. Ternyata pemiliknya hanya bermodalkan US$100 (Rp 1,6 juta) saat membelinya puluhan tahun lalu.

Pemiliknya adalah seorang pengusaha teknologi asal Malaysia bernama Arsyan Ismail. Dia membeli domain itu saat berusia 10 tahun pada 1993 dengan kartu kredit milik ibunya.

"Ibu saya marah karena saya menggunakan kartu kreditnya membeli domain. Ibu saya berkata 'apa-apaan ini? apa yang kamu lakukan di internet?" kata Ismail, dikutip dari says.com, Rabu (11/2/2026).


Dia mengatakan keinginannya membeli domain itu hanya karena mewakili inisial nama panjangnya AI.

Pilihan Redaksi
  • Krisis di Depan Mata, Trump Keluarkan Perintah Baru
  • Proses MBG Diawasi Pakai AI, Pantau Dapur Hingga Sopir

Ismail sendiri merupakan sosok yang telah berkecimpung di dunia teknologi Malaysia sejak lama. Lima tahun setelah membeli ai.com, dia telah memulai proyek berbasis internet pertamanya saat berusia 15 tahun pada 1998.

Kemudian dia mengerjakan situs jejaring sosial pertama Malaysia bernama Kawanster pada 2003. Platfom sama seperti Friendster yang kala itu memang tengah populer secara global.

Pengalamannya dari Kawanster ini juga membawanya bekerja di Friendster sebagai pengembang web senior. Dia juga merupakan pendukung awal Bitcoin dan sempat mengerjakan sejumlah proyek terkait sejak 2014 lalu.

Sementara itu, ai.com dibeli seorang pendiri dan CEO Crypto.com, Kris Marszalek. Dia membeli seharga Rp 1,17 triliun pada April 2025 dan lebih dari dua kali lipat dari rekor pembelian domain sebelumnya.

Debut ai.com sendiri terjadi saat iklan Super Bowl LX berdurasi 30 detik akhir minggu lalu. Iklan itu membuat trafik melonjak drastis hingga membuat gangguan selama beberapa jam.

Hal ini juga diakui Marszalek yang menyebut iklan itu memiliki trafik luar biasa. Meski timnya telah mempersiapkan diri, tingkat volume ini disebut belum pernah terjadi sebelumnya.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Digitalisasi Bikin Bisnis F&B RI Lebih Canggih Dari Malaysia Cs

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skor Indeks Keselamatan Jurnalis 2025 Turun, Sensor Menguat
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polda Metro Kembali Periksa Jokowi soal Isu Ijazah Palsu di Polres Surakarta
• 9 menit lalukumparan.com
thumb
Fadli Zon: Film Jadi Pintu Masuk Diplomasi Budaya Indonesia–Albania
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Perusahaan AS Mau Bangun Pembangkit Nuklir di RI, DPR Wanti-Wanti Ini
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rupiah Menguat pada Awal Perdagangan, Investor Tunggu Data NFP AS
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.