tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan satu nama baru di posisi penjaga gawang.
Sosok tersebut adalah Kayne van Oevelen, kiper muda milik FC Volendam yang memiliki darah Indonesia dari Surabaya, Jawa Timur.
Nama Van Oevelen belakangan ini ramai diperbincangkan publik sepak bola nasional karena peluang naturalisasinya terbuka.
- Instagram - Kayne van Oevelen
Lahir di Zaandam, Belanda, pada 7 Agustus 2003, penjaga gawang berusia 22 tahun itu disebut-sebut bisa menjadi opsi jangka panjang bagi skuad Garuda.
Dari sisi fisik saja, ia sudah mencuri perhatian. Dengan tinggi badan mencapai 199 cm, Van Oevelen memiliki postur ideal untuk seorang kiper modern.
Bahkan, tinggi badannya melampaui kiper utama Skuad Garuda, Maarten Paes, yang berada di angka 191 cm.
Tak heran jika muncul spekulasi: apakah kehadiran kiper keturunan Surabaya ini bisa membuat persaingan di bawah mistar Timnas Indonesia semakin panas?
- FC Dallas
Saat ini, Van Oevelen tengah menikmati periode positif bersama FC Volendam. Ia turut berkontribusi membawa klubnya promosi ke Eredivisie musim 2025/2026.
Sejak bergabung pada 2022, performanya terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Total ia telah mencatatkan 30 penampilan dengan 10 clean sheet dan kebobolan 30 gol.
Pada musim 2024/2025, ia tampil dalam 29 pertandingan di dua ajang berbeda dengan torehan 10 laga tanpa kebobolan dan 28 kali kebobolan.
Menariknya, musim ini tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat menjadi pelapis dalam delapan laga awal Eerste Divisie. Namun setelah dipercaya sebagai starter, posisinya tak tergantikan hingga akhir musim.
Kabar terbaru dari laporan media Belanda menyebutkan bahwa Van Oevelen diproyeksikan menjadi andalan Volendam saat kembali ke Eredivisie.
Perkembangannya dalam distribusi bola dan duel udara mendapat apresiasi dari tim pelatih.
"Kiper pertama musim ini dengan lebih dari 100 penyelamatan: Kayne van Oevelen," tulis media Belanda, vriendenloterijeredivisie.
Yang membuat peluangnya semakin terbuka, Van Oevelen belum pernah membela Timnas Belanda di level mana pun.
Artinya, secara regulasi ia masih memungkinkan membela Indonesia apabila proses administrasi berjalan lancar.




