Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih terus digelar di berbagai lokasi. Ini sangat bermanfaat bagi warga untuk bisa mengetahui kondisi terkini kesehatan mereka.
Namun, masih banyak warga yang enggan melakukan cek kesehatan gratis. Sebab, ada warga yang takut memeriksakan kesehatan mereka.
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi Bambang Widianto mengimbau masyarakat tidak takut melakukan skrining kesehatan sebelum penyakit yang diidap berkembang lebih jauh, terlebih pemerintah telah menyediakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Nah tapi tolong bantu juga nih teman-teman media membantu untuk mengampanyekan hadir ke Puskesmas justru untuk kita skrining. Jadi jangan sampai apa namanya jangan sampai fatal," kata Bambang di Kantor Bapeten, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
Bambang mencontohkan penyakit kanker payudara. Para mengidap kanker ini 70% baru diketahui setelah masuk dalam stadium 3 dan 4.
"Contohnya kanker payudara ya kanker payudara itu Bapak Ibu sekalian itu di Indonesia itu 70% terdeteksi pada stadium 3 dan 4, telat jadinya jadi fatal. Nah itu harusnya bisa dideteksi kalau dideteksi stadium 1 dan 2 bisa disembuhkan," ujar dia.
Ia menjelaskan, apabila masyarakat melakukan pemeriksaan tersebut di laboratorium dapat menghabiskan setidaknya total Rp 1 juta. Karenanya, Bambang meminta masyarakat ikut CKG.
"Ini kalau Bapak berobat ke laboratorium tuh bisa hampir satu juta nih barangkali nih tapi ini gratis gitu," imbuh Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, dalam 1 tahun program CKG berjalan sudah ada total 70 juta masyarakat yang mengikuti program tersebut.
"Iya ya sebetulnya sampai hari ini 70 jutaan ya 70 jutaan ya kita kan penduduknya 280 juta jadi sebetulnya sudah banyak juga dan ini kan baru setahun," tandasnya.





