Aroma Balas Dendam Jokowi terhadap PDIP, Sehingga All Out Dukung PSI

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR–PSI memasang ambisi menjadi partai besar. Menggandeng Jokowi, eks presiden, misi itu sangat mungkin tercapai.

Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi, baru-baru ini menegaskan kesiapannya untuk “habis-habisan” mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dipimpin oleh anaknya.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan apakah langkah Jokowi ini sinyal ingin menenggelamkan partai yang dulu membesarkannya, PDI Perjuangan (PDIP), ataukah strategi rasional membangun basis politik baru?

Akan tetapi, Prof Armin Arsyad, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), menilai keterlibatan Jokowi terhadap PSI lebih bersifat strategi politik daripada balas dendam. Langkahnya merupakan bagian dari upaya membangun basis politik yang berkelanjutan bagi keluarga dan pendukungnya.

“Dengan dukungan aktor politik andal dan diperkuat popularitas Jokowi, meskipun partai dipimpin anaknya yang masih muda, PSI bisa mendapatkan posisi signifikan pada Pemilu 2029,” kata Armin yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas itu, pekan lalu.

Keterlibatan Jokowi di PSI tidak sebatas dukungan simbolis. Presiden dua periode itu turun langsung ke berbagai daerah, mulai dari provinsi hingga kecamatan, untuk meningkatkan popularitas partai baru ini.

Aktivitas ini termasuk merekrut aktor-aktor politik yang dinilai memiliki visi dan ideologi sejalan dengan PSI, sekaligus memperluas jaringan partai di seluruh Indonesia.

Meski sebagian pihak menilai dukungan Jokowi sebagai balas dendam terhadap PDIP, Armin menekankan hal ini lebih kepada strategi membangun basis politik baru.

“Bukan balas dendam. PDIP memang pernah memutuskan hubungan politik, sehingga Jokowi membangun partai baru yang bisa dibesarkan sendiri. Yang utama bagi Jokowi adalah PSI eksis dan meraih kursi signifikan di parlemen,” ujarnya.

Bahkan ada kemungkinan PSI berkoalisi dengan PDIP pada masa depan. Politik di Indonesia bersifat fleksibel, dan hubungan antara partai tidak selalu antagonis.

“Jangan dilihat PDIP itu hanya sebagai lawan PSI. Bisa saja nanti PSI dan PDIP bekerja sama dalam pemerintahan atau koalisi. Dalam politik, seni berkompromi sangat penting,” tambahnya.

Selain memanfaatkan figur populer, Armin juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi dan akarnya di masyarakat. PSI perlu membina kader mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pengurus pusat.

Kader harus memiliki kapasitas tinggi untuk membesarkan PSI di berbagai wilayah. Strategi ini penting agar PSI tumbuh secara organik, tidak hanya mengandalkan popularitas tokoh tertentu.

Ia juga menyoroti pola politik berbasis figur yang makin menguat di Indonesia. Jika partai terlalu tergantung pada figur, pendidikan politik belum berjalan maksimal.

“Kalau politik diatur oleh figur, pendidikan politik belum berjalan optimal. Idealnya, partai membimbing aktor, bukan sebaliknya,” jelas Prof. Armin.

Pola ini, jika terus berlangsung, bisa memengaruhi kualitas demokrasi dan kelembagaan partai di Indonesia.
Secara keseluruhan, langkah Jokowi menunjukkan strategi politik yang cermat dan pemanfaatan figur populer untuk memperkuat PSI.

Keberlanjutan partai tetap bergantung pada penguatan kader, pengembangan akar organisasi, dan kemampuan beradaptasi dengan dinamika politik, termasuk kemungkinan kerja sama dengan partai lain seperti PDIP.

Durian Runtuh

Akhir-akhir ini, PSI banyak menjadi perbincangan publik di Sulsel. Terlebih, setelah loyalis mantan Ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu (RMS), banyak yang merapat ke Partai Gajah, julukan PSI. Termasuk putranya Muammar Gandi yang saat ini memimpin PSI Sulsel.

Selain Gandi, sejumlah eks kader Nasdem juga turut merapat. Seperti Indira Mulyasari Paramastuti dan mantan Wakil Ketua DPW Nasdem Sulsel, Syamsir.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menilai kondisi tersebut mengindikasikan bahwa RMS serius bergabung PSI. Tidak hanya itu, RMS juga diprediksi bakal memba gerbongnya di Nasdem, meski tidak sepenuhnya.

“Pasti gerbongnya juga akan dibawa meski tidak semuanya. Apalagi sekarang kalau kita lihat, kan, PSI ini memang banyak diisi oleh mantan pengurus Nasdem,” ujar Ali.

Dengan kehadiran Muammar Gandi di kubu PSI, ini menguatkan bahwa RMS mencoba memberikan regenerasi politik yang jelas kepada anaknya, dengan memilih partai yang memang menjadi tempatnya, yaitu partai anak muda.

Kepindahan RMS ke PSI dianggap sebagai “durian runtuh” bagi PSI. Sebab, dengan kehadiran orang-orang dekat RMS, mereka bisa mendapatkan banyak keuntungan, khususnya dari sisi SDM dan jejaring politik.

“Kalau benar RMS ke PSI, ini seperti PSI ketiban durian runtuh. Karena RMS itu sudah mapan. Jadi PSI akan dimudahkan dengan SDM yang selama ini mendukung RMS dan tentu saja jaringan politik yang dimiliki RMS,” jelasnya.

RMS juga punya kejelian dalam menentukan keputusan politiknya. Termasuk juga posisi Fatmawati Rusdi yang saat ini diketahui masih sebagai kader Nasdem. Kondisi ini menegaskan betapa kuatnya RMS dalam membangun kekuatan politik.

“Soal Ibu Fatma, ini bisa menjadi fenomena menarik juga. Kalau dia tetap di Nasdem, ini membuktikan bahwa RMS mampu berdiri di PSI, namun tetap berjejaring dengan elite Nasdem. Tentu itu hal yang cukup layak diapresiasi,” terangnya.

Namun begitu, posisi Fatma lebih mudah untuk memilih dibandingkan kader Nasdem yang lain, seperti Rudianto Lallo atau Andi Rachmatika Dewi (Cicu). Sebab, Fatma bisa menyeberang ke PSI kapan saja tanpa harus meninggalkan jabatan.

“Kalau seperti Cicu, Rudianto Lallo, atau kader Nasdem dan loyalis RMS lainnya yang duduk di parlemen, akan punya konsekuensi harus meninggalkan jabatannya kalau mau ikut ke PSI. Berbeda dengan Fatma, dia lebih leluasa karena tidak harus meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Gubernur Sulsel,” ungkapnya. (wid/zuk)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO Modus POME
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Tiga Remaja di Paiton Tewas Terlindas Truk Gandeng saat Salip Kendaraan
• 47 menit lalutvonenews.com
thumb
Ammar Zoni Titipkan Surat untuk Presiden Prabowo ke Sang Kekasih, Ini Isinya
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
KEK Tembakau Bakal Percepat Pembangunan di Madura
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksi Digital Berbuah 60 Ribu Pohon, Lereng Muria Kian Hijau
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.