Imlek & Ramadan Berdekatan Jadi Momentum Memperkuat Toleransi di Kota Semarang

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SEMARANG - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menjadi momen istimewa, karena tahun ini waktunya berdekatan dengan bulan suci Ramadan.

Situasi ini menghadirkan suasana khas tradisi besar masyarakat Tionghoa dan tradisi besar masyarakat muslim yang hadir hampir bersamaan dalam satu ruang kota yang sama.

BACA JUGA: Imlek Semawis 2026 Tampilkan Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Kota Semarang

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Selasa (10/2).

Dalam kesempatan itu, Agustina menyampaikan harapan baik bagi seluruh warga Kota Semarang dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang tahun ini memasuki Shio Kuda Api.

BACA JUGA: Hadir di Unwahas Semarang, ZCorner Perkuat UMKM Mahasiswa

“Tahun kuda katanya mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak, kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” ujar Agustina.

Lebih dari sekadar perayaan, wali kota menekankan bahwa momen ini memperlihatkan kekuatan Kota Semarang sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.

“Hari ini kita dikumpulkan ramah-tamah oleh beliau, Mas Kukrit, dan bisa bertemu dengan seluruh lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Untuk membangun persepsi yang selaras untuk Semarang Damai,” lanjutnya.

Agustina juga menyampaikan bahwa Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan.

“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang ini menguatkan seluruh pihak,” katanya.

Menurut Agustina, masyarakat akan melihat simbol-simbol budaya yang saling hadir berdampingan dalam rangkaian tradisi kota.

“Nanti akan kami lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadhan,” ungkapnya.

Kota Semarang memang memiliki tradisi besar yang selalu dinantikan warganya. Dalam perayaan Imlek, kawasan Sam Poo Kong menjadi pusat kegiatan budaya melalui agenda Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14 sampai 17 Februari 2026.

Kemudian, menjelang Ramadan, Kota Semarang juga memiliki tradisi khas Dugderan, berupa karnaval budaya yang ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota dan pembacaan suhuf halaqoh, sebagai simbol pengumuman datangnya bulan suci. Karnaval Dugderan tahun ini akan digelar pada Senin, 16 Februari 2026.

Agustina menyebut, rangkaian tradisi yang hadir berurutan ini akan menjadi momen kebahagiaan bersama bagi siapa pun yang berada di Kota Semarang.

“Habis Imlek Vaganza di Sam Poo Kong, terus ada Dugderan karnaval. Wah seru tuh, siapapun yang hadir di Kota Semarang pada momen itu pasti akan merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada sebelum-sebelumnya,” tuturnya.

Melalui momen berdekatan antara Imlek dan Ramadhan ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat harmoni, toleransi, dan persaudaraan antarwarga semakin kuat, menjadikan Kota Semarang sebagai kota yang damai, inklusif, dan penuh kebersamaan.(mrk/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bikin Malu! Terlibat Peredaran Sabu-Sabu, Kasat Narkoba Bima Kota Dipecat
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Sambut Ramadan dan Idulfitri, Pemerintah Siapkan Bansos Beras dan Minyak untuk 35 Juta Keluarga Miskin
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kejagung Beberkan Dampak Korupsi Ekspor CPO
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bertaruh Nyawa di Lautan, Seribu Nelayan Indramayu Kini Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Bagikan Bansos Beras dan Minyak Mulai Bulan Ini, Anggaran Rp 11,9 T
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.