Distribusi air bersih PDAM Tirta Benteng Tangerang berangsur normal

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Distribusi air bersih dari PDAM Tirta Benteng Tangerang kepada para pelanggannya di daerah itu berangsur normal, setelah sebelumnya bahan baku perusahaan air minum itu, aliran Sungai Cisadane diduga sempat tercemar zat kimia pestisida.

“Distribusi air bersih memang sempat terdampak, namun saat ini sudah mulai normal kembali," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Ia juga menyebutkan PDAM Tirta Benteng juga telah melakukan pemeriksaan kualitas air dan mengoperasikan instalasi pengolahan air secara optimal.

"Sebagai langkah antisipasi, kami telah berkoordinasi dan meminta Perumda Tirta Benteng untuk menyiapkan mobil tangki air bersih yang siap digunakan untuk membantu kebutuhan warga sekitar apabila diperlukan," kata Jauhari.

Selain itu, Jauhari menyebutkan telah melakukan pengecekan kondisi Bantaran Sungai Cisadane di Jalan Kali Pasir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang dan Kota Tangerang.

Baca juga: KLH kirim tim dalami dugaan cemaran pestisida di Sungai Cisadane

“Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya,” katanya.

Sebelumnya, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) Kabupaten Tangerang, Banten memastikan kualitas air hasil olahan yang bersumber dari Sungai Cisadane layak konsumsi, setelah sebelumnya tercemar zat kimia pestisida.

Direktur Utama Perumdam TKR Kabupaten Tangerang Sofyan Sapar dalam keterangan diterima di Tangerang, Selasa (10/2), menyampaikan berdasarkan hasil pengujian air, kondisinya aman dan layak digunakan serta memenuhi standar kualitas yang berlaku sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.

"Setiap air yang diolah telah melalui berbagai macam proses panjang dan tahap kontrol kualitas. Selain itu, kami juga selalu melakukan pengujian kualitas air di laboratorium Perumdam TKR yang sudah mengimplementasikan ISO 17025:2017 dan telah terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional ) Nomor LP-763-IDN," katanya.

Sebelumnya, kebakaran menghanguskan satu gudang bahan kimia pestisida di Taman Tekno, Blok K3, Nomor 37 Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Senin (9/2).

Baca juga: Perumdam pastikan kualitas air layak konsumsi pasca-tercemar kimia

Kebakaran itu menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan sekitar. Aliran kali di sekitar lokasi dilaporkan tercemar, ditandai dengan perubahan kondisi air serta ikan yang mengapung akibat tercemar pestisida.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel menyebutkan dugaan cemaran aliran kali berasal dari gudang penyimpanan bahan kimia pestisida.

Kepala Seksi Pengendalian, Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (P3L) DLH Tangsel, Hadiman, mengatakan berdasarkan hasil penelusuran lapangan ditemukan adanya sumber pencemaran yang berasal dari cairan kimia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Conference Southeast Asia 2026, Anindya Bakrie Tegaskan Posisi RI-Tiongkok sebagai Hub Ekonomi Kawasan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Annisa Debut di Panggung Asia, Buka Grand Final The Catwalk Master 2026
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Palestina Minta Bantuan Internasional Hentikan Upaya Israel Kuasai Tepi Barat
• 7 jam laludetik.com
thumb
Calon Ketua OJK Wajib Punya Pengalaman 10 Tahun di Sektor Keuangan, Kurang dari Itu ‘Wasalam’
• 52 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik
• 19 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.