Bisnis.com, JAKARTA — PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menargetkan piutang pembiayaan perusahaan bisa bertumbuh sebesar 3% pada 2026.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyampaikan untuk mencapai target tersebut pihaknya tetap fokus dengan produk existing yaitu pembiayaan kendaraan baru, bekas dan refinancing.
“CNAF juga melakukan diversifikasi produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mengedepankan digitalisasi proses yang mengutamakan kecepatan dan simplifikasi dokumen pengajuan,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (10/2/2026).
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan piutang pembiayaan perusahaan multifinance pada 2026 tumbuh 6%—8% (year on year/YoY). CNAF berharap target tersebut bisa tercapai.
Ristiawan berpendapat salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan piutang itu adalah daya beli masyarakat. Sebab itu, menurutnya penting bahwa daya beli harus pulih terlebih dahulu.
“Perusahaan berharap pemerintah dapat menyusun stimulus positif untuk hal tersebut. Namun, tetap harus waspada bahwa tahun 2026 ini tantangan ekonomi masih membayangi serta diikuti juga dengan tendensi geopolitik yang masih memanas,” tegasnya.
Baca Juga
- CNAF Sebut DP 0% Bisa Dongkrak Daya Beli saat Kredit Melambat
- Kredit Mobil Baru CIMB Finance (CNAF) pada 2025 Melaju saat Bekas Susut, Ini Sebabnya
Selain itu, dia menilai tantangan lainnya adalah adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam menggunakan keuangan mereka.
“Kendati demikian, CNAF tetap optimis untuk target pertumbuhan internal dan berharap adanya stimulus positif sebagai bentuk dari dukungan pemerintah agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ucap Ristiawan.
Lebih jauh, dia turut mengemukakan sampai saat ini pembiayaan kendaraan masih menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan piutang pembiayaan di industri multifinance.
Namun, lanjutnya, karena kondisi sektor otomotif menantang, kini CNAF melihat masyarakat ke depannya cenderung menggunakan uangnya untuk berinvestasi.
“Menyikapi hal tersebut, CNAF melakukan diversifikasi produk dengan menghadirkan produk pembiayaan emas dan pembiayaan Haji,” sebutnya.
Adapun, sepanjang 2025 CNAF mencatatkan total piutang pembiayaan sebesar Rp10,3 triliun, tumbuh 3% YoY dari Rp10,05 triliun.
Kontributor terbesar piutang pembiayaan di CNAF berasal dari kendaraan bekas sebesar Rp5,28 Triliun, yang berkontribusi sebesar 51% terhadap total piutang pembiayaan perusahaan.
“Pencapaian CNAF tersebut sejalan dengan kondisi industri yang menunjukkan pertumbuhan moderat dikarenakan kondisi market yang cukup menantang di tahun lalu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya optimistis bahwa industri jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan pada 2026, misalnya untuk industri pembiayaan.
Sebab demikian, dia menyampaikan OJK memproyeksikan aset industri dana pensiun alias dapen bisa mencapai hingga 12% (YoY).
“Kami memberikan outlook piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 6%—8% YoY,” tuturnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK, Kamis (5/2/2025).





