Saham Konglomerat Prajogo Cs Reli, IHSG Melonjak usai Pertemuan Prabowo dengan Taipan

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Di tengah meredanya tekanan isu MSCI, reli saham-saham konglomerat mewarnai perdagangan Rabu (11/2/2026) usai Presiden Prabowo Subianto bertemu para taipan.

Saham Konglomerat Prajogo Cs Reli, IHSG Melonjak usai Pertemuan Prabowo dengan Taipan. (Foto: Setkab RI)

IDXChannel – Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergairah. Di tengah meredanya tekanan isu MSCI, reli saham-saham konglomerat mewarnai perdagangan Rabu (11/2/2026) usai Presiden Prabowo Subianto bertemu para taipan nasional.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan sesi I, Rabu (11/2/2026), IHSG melonjak 1,60 persen ke 8.261,89.

Baca Juga:
Kenapa Saham INDF Turun ke Indeks Small Cap MSCI? Simak Penjelasan Analis

Nilai transaksi mencapai Rp16,85 triliun dan volume perdagangan 35,43 miliar saham.

Sebanyak 556 saham naik, 166 turun, dan 236 saham stagnan.

Baca Juga:
Medco Energi Kantongi Kontrak Blok Migas Cendramas di Lepas Pantai Malaysia

Kenaikan saham-saham konglomerat berkapitalisasi besar mendorong indeks bergerak positif di tengah sentimen pasar yang masih fluktuatif.

Dari Grup Barito, misalnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memimpin penguatan dengan kenaikan 14,63 persen ke Rp1.880 per unit.

Baca Juga:
Saham Barito-Sinar Mas Cs Menguat usai Prajogo, Salim, hingga Aguan Temui Prabowo

Disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melesat 11,82 persen ke Rp2.270 per unit, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 8,00 persen, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menguat 2,19 persen.

Lonjakan saham-saham Grup Barito tersebut menjadikannya salah satu kontributor utama pergerakan IHSG, mengingat kapitalisasi pasarnya yang besar dan bobot signifikan dalam indeks.

Dari kelompok Bakrie-Salim, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turut menguat 4,31 persen. Induk BRMS, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melambung 12,90 persen.

Sementara itu, dari Grup Astra, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 3,28 persen.

Nama lainnya, dari Grup Sinar Mas, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 2,14 persen

Selain nama-nama di atas saham-saham konglomerat lainnya juga reli, mulai dari Grup Arsari, Agung Sedayu, hingga Happy Hapsoro.

BRI Danareksa menilai, pada Rabu (11/2/2026), pertemuan Presiden Prabowo dengan para konglomerat memperkuat narasi sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut BRI Danareksa, pesan mengenai kolaborasi dan kepastian arah kebijakan tersebut dipersepsikan positif oleh pasar. Sentimen ini dinilai mampu menopang saham-saham berbasis konglomerasi sekaligus mendukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan.

Sementara, pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai pertemuan tersebut sebagai sinyal yang baik bagi pasar.

“Tentunya kita melihat ini sebagai hal positif karena kita kitahui pada awal pemerintahan Prabowo, para konglomerat ini juga dikumpulkan di istana,” ujar Michael, Rabu (11/2/2026).

Menurut dia, pola komunikasi seperti itu sebelumnya juga sempat diikuti oleh perbaikan sentimen ekonomi dan pasar keuangan.

“Kemudian, kita melihat tidak lama setelah itu terjadi perbaikan dari sisi ekonomi, komunikasi, begitu juga dengan bursa,” katanya.

Tekanan jual di pasar mulai mereda setelah IHSG sempat terkoreksi tajam pada akhir Januari hingga awal Februari.

Pelemahan tersebut dipicu peringatan pengelola indeks global MSCI terkait isu investabilitas dan transparansi struktur kepemilikan emiten di bursa domestik.

Sebelumnya, MSCI menyatakan akan menunda perubahan indeks hingga regulator Indonesia menuntaskan persoalan kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi.

Sentimen negatif semakin kuat setelah Moody’s menurunkan outlook Indonesia, disusul pemangkasan rekomendasi saham oleh UBS, Goldman Sachs, dan Nomura.

Pemerintah merespons perkembangan tersebut dengan memperkuat koordinasi bersama otoritas pasar.

BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalin komunikasi dengan MSCI serta menindaklanjuti sejumlah catatan yang disoroti lembaga indeks global tersebut.

Prabowo Jamu Lima Konglomerat

Menurut siaran pers di situsweb presidenri.go.id, Presiden Prabowo melakukan audiensi dengan lima konglomerat nasional di Hambalang dalam pertemuan yang berlangsung sekitar empat jam.

Agenda tersebut diinisiasi atas permintaan para pelaku usaha untuk membahas arah dan prospek ekonomi nasional ke depan.

Sejumlah pengusaha besar yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Anthoni Salim dari Salim Group, Prajogo Pangestu dari Grup Barito, Sugianto Kusuma alias Aguan dari Grup Agung Sedayu, Franky Widjaja dari Grup Sinar Mas, dan Boy Thohir dari Grup Adaro.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kondisi terkini perekonomian nasional serta peluang pengembangan berbagai sektor strategis.

Diskusi juga menyinggung upaya penciptaan dan perluasan lapangan kerja di sektor riil, penguatan industri nasional, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pertemuan ini sekaligus menegaskan komitmen kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha melalui semangat Indonesia Incorporated, yakni sinergi untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah tantangan global. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng Tripatra, Pupuk Kaltim Selesaikan Revitalisasi Pabrik Amonia Tertua di Indonesia
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ancaman Rusia Meningkat, Inggris Perbanyak Pasukan di Norwegia
• 5 jam laludetik.com
thumb
Purbaya-Trenggono Saling Sindir, Ujian Soliditas Kabinet Prabowo?
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Ini Respons Pemprov Jakarta Soala Program Gentengisasi
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Respon Teguran Keras Hashim, BEI Janji Eksekusi Secepat Mungkin
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.