Tidak Hanya Didenda 1 Ekor Babi dan 5 Ayam, Pandji Pragiwaksono Masih Harus Jalani Ritual Adat Toraja

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TANA TORAJA – Perjalanan pertanggungjawaban komika Pandji Pragiwaksono atas materi komedinya terkait budaya Toraja belum usai. Setelah dijatuhi sanksi denda 1 ekor babi dan 5 ayam, Selasa (10/2/2026), prosesi berlanjut.

Komika tersebut juga diwajibkan menjalani ritual spiritual khusus. Ritual adat Toraja ini untuk memohon maaf kepada para leluhur Toraja.

Prosesi peradilan adat yang berlangsung di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, ini merupakan buntut dari viralnya potongan video lama Pandji pada tahun 2025 yang dinilai menyinggung kehormatan adat istiadat setempat.

Hakim adat, Yusuf Sura’ Tandirerung, menjelaskan bahwa Pandji dinilai melakukan pelanggaran akibat ketidaktahuan. Namun, dia telah menunjukkan itikad baik untuk meminta maaf secara tulus.

Denda tersebut memiliki fungsi sakral sebagai persembahan penyucian di wilayah Pa’buaran Tongkonan Kaero, Sangalla’. Yusuf merincikan bahwa sebagian dari hewan denda tersebut digunakan langsung dalam prosesi ritual.

“Kita tidak berikan sanksi berat, karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam. Babi dan satu ayam dipakai untuk ritual permohonan maaf kepada leluhur,” ujar Yusuf pada Rabu (11/2/2026).

Ritual di Pa’buaran Tongkonan Kaero

Lebih dari sekadar denda, Pandji harus menjalani ritual permohonan maaf kepada leluhur sebagai bentuk pemulihan harmonisasi antara manusia dan alam spiritual Toraja. Ritual ini juga mengandung aspek “sumpah” atau janji yang memiliki konsekuensi spiritual yang dalam.

Yusuf menambahkan, jika di kemudian hari kesalahan serupa terulang, maka diyakini akan ada dampak metafisika bagi si pelaku sesuai kepercayaan lokal.

Ritual dilakukan di Pa’buaran Tongkonan Kaero. Ritual ini adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur. Kalau masih melakukan kesalahan yang sama, orang itu akan dijauhkan dari berkat.

Penyesalan dan Komitmen Pandji

Sebelumnya di hadapan para tokoh adat dan masyarakat Toraja, Pandji menyampaikan rasa penyesalannya yang mendalam.

Ia mengakui kekeliruannya dalam menyusun materi stand-up comedy mengenai ritual Rambu Solo tanpa pemahaman yang memadai.

Menerima putusan tersebut sebagai bentuk penyucian diri, Pandji mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk memperbaiki diri melalui jalur adat.

“Saya menerima semua keputusan yang diberikan. Semoga ini menjadi kesempatan untuk lebih baik lagi dari saya,” ujar Pandji.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk lebih berhati-hati di masa depan.

“Saya berjanji bahwa ini adalah untuk terakhir kalinya saya melakukan sesuatu yang serupa dan tidak mengulangi lagi di masa depan. Terima kasih,” tambah pria tersebut. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran Calon Dewan Komisioner OJK Dibuka, Purbaya Jadi Ketua Pansel
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Panggil Menteri Airlangga Hingga Purbaya ke Istana, Ada Apa?
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Kejagung Ungkap Lebih 20 Perusahaan Terseret Korupsi Ekspor CPO
• 4 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Sifat Unik Perempuan yang Tetap Tersenyum Meski Sedang Bersedih
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prediksi Ratchaburi Vs Persib di ACL 2 2025/2026: Lanjutan Misi Penaklukkan Pangeran Biru
• 10 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.