Siswa SMA di Situbondo Dikeroyok hingga Koma: Kepala Dibenturkan ke Batu Nisan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Seorang siswa SMA di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Muhammad Nur Huda (17), menjadi korban pengeroyokan. Pelaku berinisial RZ (18) bersama dua rekannya. Akibat kejadian tersebut, korban kritis dan harus menjalani perawatan di RS dr. Soebandi, Jember.

Pengeroyokan terjadi di wilayah Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Situbondo. Korban dipukul berulang kali dan kepalanya dibenturkan ke batu nisan di area pemakaman Tionghoa setempat.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka serius. Bagian belakang tengkoraknya retak dan terdapat dugaan pembekuan darah di kepala. Korban sempat tidak sadarkan diri dan koma selama dua hari.

Keluarga Baru Tahu Setelah Korban Diantar Pulang

Ayah korban, Miskari Harjo, baru mengetahui anak keduanya dikeroyok setelah Nur Huda diantar pulang oleh teman-temannya dalam kondisi babak belur.

“Setelah dipukuli, anak saya tidak langsung pulang. Sempat bermalam di rumah temannya di Panarukan. Keesokan harinya baru diantar pulang dengan kondisi kedua mata lebam,” ujar Miskari, Selasa (10/2).

Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, keluarga langsung membawanya ke Puskesmas Kapongan. Namun karena luka yang dialami cukup parah, korban dirujuk ke RS Elizabeth dan RSUD Situbondo.

Karena keterbatasan fasilitas medis, korban akhirnya dirujuk ke RS dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Di RS Soebandi hasil pemeriksaan menunjukkan ada dugaan darah beku di bagian belakang kepala. Sampai sekarang masih koma,” kata Miskari.

Keluarga Minta Pelaku Segera Ditangkap

Miskari menilai tindakan pelaku sudah di luar batas kemanusiaan. Pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Situbondo dan berharap para pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Perbuatan pelaku sudah keterlaluan. Kasus ini sudah kami laporkan ke Mapolres Situbondo. Semoga pelaku segera ditangkap,” tegasnya.

Keluarga memohon doa agar korban dapat segera menjalani operasi dan kembali pulih.

“Saya hanya berharap anak saya bisa dioperasi dan sehat kembali,” ujarnya.

Polisi Usut

Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan membenarkan laporan terkait pengeroyokan ini.

“Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RS Soebandi Jember dan kondisinya masih koma,” kata AKP Agung.

Menurutnya, penyidik akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan guna mengusut tuntas dugaan pengeroyokan tersebut.

“Penyidik akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bapanas Gelontorkan 2.000 Kg Beras dan 1.200 Liter MinyaKita, Satgas Saber Jaga Harga Jelang Ramadan
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Menko AHY Tinjau Rusun UNSRI, Pastikan Kesiapan Fasilitas Infrastruktur Penunjang Pendidikan
• 7 jam laludisway.id
thumb
Momentum Emas Mengejar Rezeki Berkah, Ini 5 Peluang Bisnis di Bulan Ramadhan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Pendaftaran Calon Dewan Komisioner OJK Dibuka, Purbaya Jadi Ketua Pansel
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
1.824 Orang Kaya Ditanggung Negara, Subsidi PBI BPJS Bocor
• 6 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.