Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan sebagian besar daerah terdampak bencana di Sumatera telah kembali normal. Namun, ada wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus, terutama Kabupaten Agam dan Padang Pariaman di Sumatera Barat.
“Kita tahu bahwa ada 52 kabupaten kota dari 3 provinsi yang terdampak. Di Aceh maupun Sumatera Utara, Sumatera Barat,” kata Tito dalam konferensi pers rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
Tito menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi lapangan yang dilakukan, sebagian besar wilayah terdampak telah menunjukkan pemulihan signifikan dalam kurun waktu sekitar dua bulan pascabencana.
“Sebagaimana data, Sumatera Barat itu ada 19 daerah kabupaten/kota, yang terdampak ada 16,” ujarnya.
Di Sumatera Barat, dari daerah yang terdampak, 12 kabupaten/kota telah dinyatakan kembali normal. Namun, masih terdapat wilayah yang belum sepenuhnya pulih.
“Sumatera Barat, 12 alhamdulillah sudah kembali normal, ada dua yang mendekati normal artinya masih mendekati masalah. Yang harus kita selesaikan detailnya ada. Dan itu khususnya di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan,” jelas Tito.
Sementara itu, dua daerah di Sumatera Barat masih memerlukan atensi khusus karena permasalahan yang belum terselesaikan.
“Sedangkan yang perlu mendapatkan atensi khusus karena masih ada banyak masalah di situ ada dua yaitu Kabupaten Agam dan Padang Parianan. Terutama masalah pengungsian, kemudian sekolah dan lain lain,” tegasnya.
Selain Sumatera Barat, Tito juga memaparkan kondisi di Sumatera Utara dan Aceh. Di Sumatera Utara, dari 33 kabupaten/kota, sebanyak 18 wilayah terdampak bencana.
“Untuk Sumatera Utara, dari 33 kabupaten/kota yang ada, 18 terdampak. Dan kemudian yang sudah menyatakan normal, dan hasil crosscheck kita itu ada 15 Alhamdulillah,” ujarnya.
Adapun daerah yang mendekati normal di Sumatera Utara adalah Tapanuli Selatan, sementara dua wilayah masih memerlukan perhatian khusus.
“Dan mendekati normal itu ada satu yaitu Tapanuli Selatan, yang perlu mendapatkan atensi khusus ada dua, yaitu di kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara,” kata Tito.
Di Provinsi Aceh, dari 23 kabupaten/kota, 18 daerah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 10 daerah telah kembali beraktivitas normal.
“Kemudian untuk di provinsi Aceh, dari 23 kabupaten/kota, 18 terdampak, 10 itu sudah kembali normal aktivitasnya. Yang mendekati normal itu ada 2 yaitu Bener Meriah dan Gayo Luwes,” jelasnya.
Namun, sejumlah wilayah di Aceh masih menjadi perhatian utama pemerintah pusat.
“Ada beberapa daerah yang memerlukan atensi khusus yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah. Ini menjadi atensi kita yang paling utama,” ujar Tito.
Ia menambahkan, Gayo Luwes juga akan tetap mendapatkan perhatian meski masuk kategori mendekati normal.
“Meskipun Gayo Luwes juga ingin masuk yang atensi nggak apa-apa, nanti kita akan berikan atensi. Artinya ada yang sudah kembali normal itu dari 52 itu ada 37,” katanya.
Secara keseluruhan, Tito menyebut sekitar 70 persen daerah terdampak di tiga provinsi tersebut telah normal.
“37 (daerah) jadi kalau kita prosentasekan ya itu kurang lebih 70% kabupaten kota dari 52 kabupaten kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar 2 bulan. Yang mendekati normal lebih kurang ada 4, dan memerlukan atensi khusus masih ada 11,” kata dia.





