Populer: ASN Dapat Jatah 5 Hari WFA saat Lebaran; Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah memberikan fleksibilitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di antara Hari Nyepi dan Lebaran 2026 dengan sistem Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement. Jatahnya selama lima hari.

Berita itu menjadi salah satu terpopuler di kumparanBISNIS, Selasa (10/2). Selain itu, ada juga berita soal pemerintah yang memastikan utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berikut rangkumannya, Rabu (11/2).

WFA 5 Hari untuk ASN dan Swasta saat Lebaran 2026

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan WFA bagi ASN dan pekerja swasta termasuk dalam paket stimulus ekonomi yang bertujuan untuk mendorong mobilitas dan daya beli masyarakat.

“Pemerintah menerapkan skema kerja Work From Anywhere bukan libur ya, ini clear Work From Anywhere atau Flexible Working Arrangement itu tanggalnya 16, 17, 25, 26, 27 Maret, itu 5 hari,” kata Airlangga dalam konferensi pers Stimulus Ekonomi HBKN Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 tahun 2026 tentang pelaksanaan WFA di kalangan ASN.

“Kami berharap para instansi pemerintah tetap melaksanakan pelayanan publik yang bersifat esensial, berdampak langsung kepada masyarakat secara optimal, seperti layanan kesehatan, layanan transportasi, keamanan, dan layanan strategis lainnya, meskipun berada di dalam periode libur nasional,” ujar Rini.

Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan negara menanggung utang Whoosh lewat APBN. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya berkomitmen untuk membayar utang Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun per tahun.

“Iya (bayar utang Whoosh pakai APBN),” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Prasetyo menjelaskan Istana mendapatkan laporan rapat terakhir tentang pembayaran utang tersebut masih dalam proses pembicaraan teknis. Nantinya negosiasi pelunasan utang ini akan dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

“Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara Jadi masih ada finalisasi Sekarang proses negosiasi atau Pembicaraan teknisnya itu Langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” jelas Prasetyo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tahun Kuda Api Merah (Bing Wu) 2026 dan Kambing Api Merah (Ding Wei) 2027  : Peristiwa 60 Tahun Sekali — Benarkah Ada Bencana Kuda Merah dan Kambing Merah?
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Bank Cirebon Bangkrut, Pemkot Serahkan Penanganan kepada LPS
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Kabar Bahagia untuk Pencinta Timnas Futsal Indonesia, FFI Tak Pernah Terpikirkan Sama Sekali Mengganti Hector Souto
• 23 jam lalubola.com
thumb
Tekankan Filosofi “Give Back to The Community”, Hotel Bintang Lima di Sleman Gandeng Fakultas Peternakan UGM Bangun Ekosistem Peternakan Ayam Mandiri
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Menhan: TNI harus jadi benteng kedaulatan yang adaptif dan solid
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.