Rupiah Ditutup Menguat Hari Ini (11/2), Parkir di Level Rp16.786

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/2/2026). Sejalan dengan itu, sejumlah mata uang lain di Asia turut bergerak menguat pada sore hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,15% ke posisi Rp16.786. Sementara itu, indeks yang mengukur kinerja dolar AS melemah 0,19% ke level 96,61.

Selain rupiah, penguatan mata uang juga dialami oleh yen Jepang yang menguat 0,87%, dolar Hong Kong menguat 0,03%, dolar Singapura menguat 0,17%, atau dolar Taiwan yang menguat 0,40%.

Selain itu, penguatan juga dialami oleh won Korea yang naik 0,42%, peso Filipina naik 0,40%,  yuan China naik 0,02%, dan baht Thailand naik 0,40%.

Sebaliknya, pelemahan nilai tukar dialami oleh ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,05% dan rupee India yang melemah 0,10%.

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi, menerangkan bahwa kinerja mata uang rupiah pada perdagangan hari ini turut dipengaruhi oleh sentimen dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 11 Februari 2026

Dari luar negeri, rilis data penjualan ritel di AS pada Desember 2025 yang melemah, dinilai telah mendorong prospek yang lebih lemah terhadap kondisi perekonomian di negeri Paman Sam itu.

"Prospek ekonomi yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini untuk menopang pertumbuhan," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).

Hal itu juga sejalan dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang turun lantaran sentimen ini, sementara dolar tampak sulit pulih dari koreksi yang tercatat pada hari Senin.

Selain itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa pembicaraan nuklir dengan AS telah memungkinkan Iran untuk mengetahui keseriusan Washington untuk melanjutkan diplomasi.

U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH - TradingView


Sementara dari dalam negeri, aksi pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan, dinilai sebagai upaya memberikan keringanan bagi masyarakat menjelang hari raya.

Selain itu, Ibrahim juga menyoroti upaya pemerintah memperkuat daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang diberikan sekaligus untuk 2 bulan dengan target penerima manfaat sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1-4. 

"Dengan kebijakan yang dirumuskan pemerintah ini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga bisa mendongkrak Produk Domestic Bruto (PDB) di kuartal pertama lebih baik dibandingkan kuartal IV/2025," tambahnya.

Adapun pada perdagangan besok, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan ditutup melemah pada rentang Rp16.780–Rp16.810 per dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bonatua Silalahi Dapat Salinan Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar: Ternyata Identik!
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Bonatua Silalahi: Roy Suryo Cs Meneliti Informasi, Bukan Dokumen Ijazah Jokowi
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pasangan Prancis Pimpin Rhythm Dance Olimpiade Milan-Cortina 2026, AS dan Kanada Tempel Ketat
• 12 jam lalupantau.com
thumb
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi pada 11–14 Februari 2026
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dewas Usul Ada Dana Abadi Demi Keberlanjutan BPJS Kesehatan
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.