BTPN Syariah (BTPS) Raup Laba Rp1,20 Triliun Pada 2025

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) membukukan pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 13,15% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1,20 triliun hingga akhir 2025. Pada 2024, perseroan meraup laba bersih senilai Rp1,06 triliun.

Alhamdulillah, bank berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp1,2 Triliun. Kami berharap fokus Bank dalam membangun perilaku unggul dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (11/2/2026).

Dalam laporan yang dipublikasikan, pendapatan setelah distribusi bagi hasil BTPN Syariah menyusut 3,35% YoY menjadi Rp4,73 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp4,89 triliun.

Sementara itu, pendapatan komisi tercatat mencapai Rp1,73 miliar sepanjang 2025, tumbuh 17,96% YoY dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,47 miliar.

Adapun, beban operasional lainnya menyusut sebesar 11,36% YoY dari tahun sebelumnya Rp3,51 triliun menjadi Rp3,11 triliun pada 2025. Menyusutnya beban operasional ini salah satunya didorong oleh penurunan impairment sebesar 39,23% YoY menjadi Rp826,29 miliar hingga akhir 2025.

Dengan demikian, perseroan membukukan laba operasional sebesar Rp1,61 triliun sepanjang 2025. Raihan itu meningkat 17,01% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp1,38 triliun.

Baca Juga

  • BTPN Syariah (BTPS) Raih Rating AAA dari Fitch, Outlook Stabil
  • Allianz Syariah dan BTPN Syariah Rilis Produk Asuransi Jiwa Tradisional Guardia RENCANA Syariah
  • Blak-blakan Bos BTPS Soal BTPN Syariah Ventura Ditutup

Di sisi lain, anak usaha PT Bank SMBC Indonesia Tbk. ini mencatatkan rugi non operasional sebesar 77,32% YoY menjadi Rp50,34 miliar hingga akhir 2025. Tahun sebelumnya, perseroan membukukan kerugian sebesar Rp28,39 miliar.

Dari sisi intermediasi, BTPS menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,35 triliun. Rasio keuangan Bank tetap kuat dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 57,7%.

Dana simpanan wadiah yang dihimpun perseroan juga tumbuh 7,27% YoY menjadi sebesar Rp2,27 triliun sepanjang 2025. Pada 2024, perseroan membukukan dana simpanan wadiah senilai Rp2,12 triliun.

Pertumbuhan dana simpanan wadiah BTPS ditopang oleh simpanan giro yang tumbuh signifikan yakni 526,65% YoY menjadi Rp42,56 miliar dibanding tahun lalu Rp6,79 miliar. Simpanan tabungan juga meningkat 5,61% YoY, dari tahun lalu Rp2,11 triliun menjadi Rp2,23 triliun pada 2025.

Melihat indikator keuangan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BTPS meningkat dari tahun sebelumnya 51,71% menjadi 56,20% pada 2025. NPL Gross turun dari 3,75% menjadi 2,59% dan NPL Net turun dari 0,03% menjadi 0,02% hingga akhir 2025.

Adapun biaya operasional terhadap pendapatan operasional tercatat berada pada level 69,34% pada 2025. Angka tersebut turun dibanding 2024 yang berada pada posisi 74,03%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peserta Pelatihan Kerja Disnakertrans di Bojonegoro Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel yang Tewaskan Dua Orang
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Mahasiswi Surabaya Curi HP karena Tak Punya Uang, Kapolrestabes Bantu Biaya Indekos
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Chelsea Gagal Menang! Leeds United Bangkit dan Bikin Stamford Bridge Terdiam
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Jadi Pasar Semata, Industri Game Lokal Butuh Dukungan
• 15 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.