Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Proses pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa dalam rentang dua bulan terakhir, sekitar 70 persen daerah terdampak telah kembali beraktivitas normal.
Dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026), Tito menyampaikan bahwa dari total 52 kabupaten/kota yang terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebanyak 37 daerah sudah pulih.
“Artinya, lebih dari separuh wilayah yang sempat terdampak kini sudah bangkit dan kembali berjalan normal. Ini progres yang baik dalam waktu singkat,” ujar Tito dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Sumatera Barat: 12 Daerah Pulih, 4 Belum Stabil
Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah dengan tingkat dampak terbesar. Dari 19 kabupaten/kota, sebanyak 16 daerah terkena banjir dan longsor.
Tito menjelaskan bahwa 12 daerah sudah kembali normal, sementara Tanah Datar dan Pesisir Selatan berada pada fase mendekati normal.
Dua daerah lainnya, yakni Agam dan Padang Pariaman, masih memerlukan penanganan lebih intensif, terutama terkait pengungsian dan pemulihan fasilitas pendidikan.
Sumatera Utara: Mayoritas Pulih, Tiga Daerah Masih Dipantau
Di Sumatera Utara, terdapat 18 daerah terdampak, dengan 15 di antaranya telah pulih sepenuhnya.
Satu daerah Tapanuli Selatan dalam tahap pemulihan akhir, sedangkan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara membutuhkan perhatian tambahan.
Aceh: Enam Daerah Masih Butuh Intervensi
Provinsi Aceh mencatat 18 daerah terdampak, dengan 10 daerah sudah kembali normal.
Dua wilayah, yaitu Bener Meriah dan Gayo Lues, menunjukkan progres mendekati normal.
Sementara itu, beberapa daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireun, dan Aceh Tengah masih memerlukan penanganan lebih serius.
“Kami memastikan daerah-daerah yang masih rentan tidak akan dibiarkan berjalan sendiri. Semua tetap menjadi atensi utama pemerintah, termasuk Gayo Lues yang terus kami kawal perkembangan pemulihannya,” tegas Tito.
Komitmen Pemerintah
Mendagri menekankan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus bekerja untuk memastikan kebutuhan warga dan infrastruktur kritis dapat dipulihkan secepat mungkin.
“Pemulihan ini bukan hanya soal angka, tapi memastikan masyarakat kembali hidup aman dan produktif. Itu misi kami,” tambahnya.
Editor: Redaksi TVRINews





