Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto berpandangan masjid di desa tidak cukup hanya dibangun secara fisik, tetapi juga harus dihidupkan fungsinya sebagai pusat pemberdayaan dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Kalau membangun masjid itu nggak terlalu sulit. Kalau ada duitnya, beli semen, beli pasir, suruh tukang jadi masjidnya. Tapi bagaimana isinya? Itu yang penting,” ucap Mendes Yandri dalam acara Peluncuran Jelajah Masjid Nusantara di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pembangunan desa tidak bisa hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembinaan moral, literasi keagamaan, serta aktivitas sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.
Lebih lanjut Mendes Yandri mengatakan pada saat ini masih ditemukan fenomena di sejumlah desa terkait dengan adanya masjid yang berdiri megah, namun kurang terawat dan belum optimal menjadi pusat kegiatan umat.
Baca juga: Wamenag: Masjid harus jadi pusat pembinaan umat yang holistik
Padahal, lanjutnya, masjid memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial di desa, seperti penyalahgunaan narkoba, judi daring, hingga pergaulan bebas.
“Masalah itu paling banyak juga sekarang di desa. Jadi, kita bukan hanya memikirkan bangunannya, tapi bagaimana sumber daya manusianya,” kata Mendes.
Lebih lanjut Mendes Yandri mengungkapkan sejauh ini Kementerian Desa PDT telah mendorong penguatan literasi keagamaan di desa, termasuk melalui kerja sama dengan beragam pihak, seperti terkait dengan pembentukan ribuan kader untuk mengajarkan Al Quran kepada masyarakat.
Baca juga: Pemkab Tanah Bumbu perkuat SDM melalui program satu desa satu masjid
Menurutnya, apabila masjid dihidupkan dengan kegiatan yang produktif dan terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi, seperti desa ekspor, desa wisata, maupun desa tematik, dampak yang akan muncul secara signifikan adalah peningkatan kualitas kehidupan masyarakat desa.
“Kalau ekonominya bagus, literasinya memadai, saya yakin masjid bisa ramai. Kita kembalikan lagi seperti zaman Rasulullah, dari masjid membangun peradaban,” ujar Mendes Yandri.
Ia mengingatkan pembangunan desa harus berjalan seimbang antara aspek ekonomi dan pembinaan karakter agar masyarakat desa semakin berdaya dan sejahtera.
Baca juga: Pengertian masjid dan fungsinya bagi umat Muslim
“Kalau membangun masjid itu nggak terlalu sulit. Kalau ada duitnya, beli semen, beli pasir, suruh tukang jadi masjidnya. Tapi bagaimana isinya? Itu yang penting,” ucap Mendes Yandri dalam acara Peluncuran Jelajah Masjid Nusantara di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pembangunan desa tidak bisa hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembinaan moral, literasi keagamaan, serta aktivitas sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.
Lebih lanjut Mendes Yandri mengatakan pada saat ini masih ditemukan fenomena di sejumlah desa terkait dengan adanya masjid yang berdiri megah, namun kurang terawat dan belum optimal menjadi pusat kegiatan umat.
Baca juga: Wamenag: Masjid harus jadi pusat pembinaan umat yang holistik
Padahal, lanjutnya, masjid memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial di desa, seperti penyalahgunaan narkoba, judi daring, hingga pergaulan bebas.
“Masalah itu paling banyak juga sekarang di desa. Jadi, kita bukan hanya memikirkan bangunannya, tapi bagaimana sumber daya manusianya,” kata Mendes.
Lebih lanjut Mendes Yandri mengungkapkan sejauh ini Kementerian Desa PDT telah mendorong penguatan literasi keagamaan di desa, termasuk melalui kerja sama dengan beragam pihak, seperti terkait dengan pembentukan ribuan kader untuk mengajarkan Al Quran kepada masyarakat.
Baca juga: Pemkab Tanah Bumbu perkuat SDM melalui program satu desa satu masjid
Menurutnya, apabila masjid dihidupkan dengan kegiatan yang produktif dan terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi, seperti desa ekspor, desa wisata, maupun desa tematik, dampak yang akan muncul secara signifikan adalah peningkatan kualitas kehidupan masyarakat desa.
“Kalau ekonominya bagus, literasinya memadai, saya yakin masjid bisa ramai. Kita kembalikan lagi seperti zaman Rasulullah, dari masjid membangun peradaban,” ujar Mendes Yandri.
Ia mengingatkan pembangunan desa harus berjalan seimbang antara aspek ekonomi dan pembinaan karakter agar masyarakat desa semakin berdaya dan sejahtera.
Baca juga: Pengertian masjid dan fungsinya bagi umat Muslim




