Menyelami Masa Lalu Kota Malang Lewat Kayutangan Heritage

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jika jalan-jalan atau liburan ke Kota Malang, cobalah untuk mampir ke destinasi wisata satu ini. Namanya Kayutangan Heritage, salah satu lingkungan tertua yang telah berubah menjadi destinasi wisata di pusat Kota Malang.

kumparan berkesempatan untuk mengunjungi Kampoeng Heritage Kajoetangan atau Kayutangan Heritage beberapa waktu lalu, atas undangan Traveloka. Siang yang terik kala itu tak menyurutkan kami untuk berkeliling, begitu tiba di depan gapura bertuliskan Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Kampung wisata tematik yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Malang pada 22 April 2018 ini menawarkan keaslian kampoeng bersama peninggalan sejarah, bangunan, kuliner, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya.

Kayutangan sendiri diambil dari sebuah teori yang menyebutkan tentang tanda lalu lintas berbentuk tangan. Sebelum tahun 1914, ada sebuah tanda lalu lintas kayu berbentu tangan yang terletak di timur persimpangan Jalan Oro-oro Dowo (sekarang Jalan B.S. Riadi), dan Jalan kayutangan (sekarang Jalan Basuki Rahmat). Karena Tanda tersebut terbuat dari kayu dan berbentuk tangan, jalan menuju Alun-alun Kota Malang saat itu dinamakan Kayutangan.

Begitu masuk ke dalam pemukiman, kamu akan menemukan sisa-sisa kejayaan masa kolonial di kampung Kayutangan, yang sudah ada sejak abad ke 13. Semuanya masih terjaga rapi, di mana bangunan-bangunan tua dan bersejarah masih berdiri kokoh di dalam kampung, seperti makam Mbah Honggo, kuburan tandak, langgar tua, Pasar Talun, terowongan, dan lain-lain.

"Kayutangan Heritage dulunya merupakan daerah elite pada zaman Belanda. Bisa dibilang dulu ini merupakan kawasan bisnisnya Belanda," ujar Putri, pemandu dari Hotel Tugu yang menemani kumparan berkeliling Kayutangan Heritage.

Dalam kampung wisata ini, kamu memang diajak untuk menyelami masa lalu Kota Malang lewat bangunan-bangunan yang masih cukup terawat keasliannya. Gang-gang kecil meliuk indah, menawarkan berbagai pesona yang membuat setiap orang yang lewat untuk berhenti sejenak.

Terdapat pula mural-mural cantik yang semakin menambah keestetikan kampung ini. Tak hanya itu, selayaknya tempat wisata, di sini juga terdapat banyak kafe dan warung makan yang menawarkan berbagai hidangan dengan harga murah.

Kayutangan Heritage juga menawarkan berbagai fasilitas yang bisa dinikmati wisatawan, mulai dari balai pertemuan, toilet umum, musala, selfie area, spot foto, hingga WiFi area.

Nah, jika tertarik berkunjung, tiket masuk ke Kampoeng Heritage Kajoetangan dibanderol sebesar Rp 10 ribu. Kampung wisata ini terletak di Desa Kauman, Kecamatan Klojen, tak jauh dari Balaikota dan Alun-alun Kota Malang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyelami Masa Lalu Kota Malang Lewat Kayutangan Heritage
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Hashim beri sinyal langkah tegas Prabowo bersihkan “telur busuk”
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
DPRD Makassar Dukung Penataan PKL, Asal Jangan Hilangkan Mata Pencaharian Pedagang
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Sinopsis Drama China Romance of a Twin Flower, Amnesia Peng Xiao Ran Bongkar Rahasia Istana & Uji Cinta Ding Yu Xi
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Awal 2026 Manis, ASC Monsters Sabet Dua Gelar Asia
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.